News

TELEFAST INDONESIA GENJOT LINI USAHA PENGEMBANGAN SDM

2019-09-10 15:06:54 | category : BIS | company id : TFAS

52150432 IQPlus, (10/09) - PT Telefast Indonesia Tbk berencana mengenjot pendapatan lini usaha di pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) mencapai 55 persen dalam lima tahun mendatang. Guna mencapai target dimaksud Telefast akan melakukan aksi korporasi berupa akuisisi perusahaan outsourcing. "Kita sudah mendekati dua sampai tiga perusahaan outsourcing yang butuh dana (untuk diakuisisi dan digenjot agar mendukung pendapatan lini usaha)," kata Direktur Utama PT Telefast Indonesia Tbk Jody Hedrian, di Gedung BEI, Jakarta, Selasa. Di sisi lain, Telefast menetapkan harga pada penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham sebesar Rp180 per saham. Dengan harga penawaran tersebut, dana yang bisa dihimpun perusahaan dalam IPO adalah sebesar Rp74,99 miliar. Dalam hal ini, Telefast melepas 416 juta saham ke publik. Saham ini merupakan 25 persen dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum. Dengan pelepasan saham tersebut, kepemilikan para pemegang saham akan terjadi perubahan. PT MCash Strategi Tbk (MCAS) yang sebelumnya memiliki saham 58,58 persen maka berpotensi berkurang menjadi 43,93 persen. Kemudian kepemilikan saham PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) juga akan berkurang dari 7,58 persen menjadi 5,69 persen. Sementara PT Telefast Investama Indonesia yang sebelumnya menggenggam 33,84 persen berkurang menjadi 25,38 persen. Sedangkan kepemilikan masyarakat menjadi 25 persen. Telefast sudah mendapatkan persetujuan efektif IPO pada 5 September 2019. Sedangkan masa penawaran umum akan dilakukan pada 9-11 September 2019. Sementara pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 17 September 2019. Perseroan telah menunjuk PT Kresna Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi saham. Sementara PT Sinarmas Sekuritas ditunjuk sebagai penjamin emisi saham. Jody mengatakan dana hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja sebesar 70 persen, belanja modal sebesar 25 persen, dan sisanya sebesar lima persen yang akan diarahkan untuk investasi sumber daya manusia (SDM). Menurut Jody, pengembangan SDM memang menjadi salah satu prioritas perseroan tahun ini. "Perusahaan dapat berkembang bagus karena memiliki talenta yang bagus sehingga kami meningkatkan investasi di SDM," pungkas dia. (end/ba)



Tanggal Category Headline Details
2019-09-10 15:06:54 BIS TELEFAST INDONESIA GENJOT LINI USAHA PENGEMBANGAN SDM 52150432 IQPlus, (10/09) - PT Telefast Indonesia Tbk berencana mengenjot pendapatan lini usaha di pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) mencapai 5... Readmore
2019-09-10 14:54:02 BIS RINI DUKUNG PROGRAM PRESIDEN BANGUN JARINGAN INTERNET DI DESA 52144833 IQPlus, (10/09) - Menteri BUMN Rini Soemarno mengungkapkan bahwa ia mendukung program Jokowi terkait dengan perkembangan akses internet yan... Readmore
2019-09-10 15:01:28 BIS SAHAM EKSPORTIR DAN PERBANKAN ANGKAT BURSA JEPANG 52145656 IQPlus, (10/09) - Bursa Nikkei ditutup menguat pada Selasa ini dimana saham-saham eksportir terangkat pelemahan yen dan sektor perbankan j... Readmore
2019-09-10 14:50:34 BIS STARHITS DIHARAPKAN JADI PENGGERAK PERTUMBUHAN MSIN KE DEPAN 52144812 IQPlus, (10/09) - Starhits, anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki PT MNC Studio Internasional Tbk (MSIN) telah memulai aktivitas Multi... Readmore
2019-09-10 14:10:26 BIS KOMISARIS INDEPENDEN DYANDRA MENGUNDURKAN DIRI 52140634 IQPlus, (10/09) - Komisaris Independen PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) yakni Ir. H. Bambang Trisulo mengundurkan diri dari jabata... Readmore

Start learning, Fast Earning

Easy guide to Start

Download ProClick

Care Center
021 – 8378 0888
Dealing Room
021 – 8378 0900