Daily Research 25 Mei 2026

Pada perdagangan Jumat 22 Mei 2026, IHSG ditutup pada level 6.162,04 menguat +1,10%. Transaksi IHSG sebesar Rp21,56 Triliun serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp1,07 Triliun di Pasar Reguler. Pasar saham bergerak erak menguat didorong oleh aksi perburuan saham-saham berkapitalisasi besar yang harganya sudah terdiskon (bargain hunting) setelah mengalami tekanan koreksi yang cukup dalam pada beberapa perdagangan sebelumnya. Meskipun tekanan dari investor asing masih berlanjut dengan mencatatkan net sell yang cukup besar, aksi beli dari investor domestik berhasil menopang indeks hingga mendarat di zona hijau sebelum libur akhir pekan. Pasar melakukan aksi pembelian masif pada saham komoditas ditengarai akibat berita mengenai rancangan ekspor 1 pintu diundur hingga tahun depan. Hal ini menyebabkan euforia pasar terhadap emiten-emiten yang sebelumnya terdampak. Secara global, pelaku pasar bersikap hati-hati di tengah fluktuasi pasar komoditas energi dan penguatan indeks dolar AS yang terus menguji daya tahan mata uang di pasar negara berkembang (emerging markets). Sementara dari dalam negeri, perhatian pelaku pasar tertuju pada stabilitas nilai tukar Rupiah pasca-kenaikan BI Rate serta kejelasan kebijakan ekonomi makro pemerintah yang tertuang dalam dokumen KEM-PPKF RAPBN 2027 guna menjaga kepercayaan investor jangka panjang. Pada perdagangan Senin 25 Mei 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 5.950 – 6.380. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti RATU, MAIN, dan PANI.


Lastest Post