Stock_Pic_100519

Bursa Amerika kembali ditutup melemah setelah Donald Trump mengatakan bahwa China telah melanggar kesepakatan dan mengancam akan menaikan tarif impor terhadap lebih banyak barak China. Namun waktu Kamis setempat delegasi China akan berkunjung ke AS untuk mencapai kesepakatan.  Pelaku pasar masih menantikan pertemuan AS dan China di Kamis waktu setempat yang diharapkan kenaikan tarif pada Jumat dapat ditunda bahkan mencapai kesepakatan dagang. Indeks Dow Jones -0.54%, S&P500 -0.30% dan Nasdaq -0.41%.

Bursa Eropa juga berguguran di tengah perang dagang AS dan China yang semakin berlanjut. FTSE 100 -0.87%, DAX -1.69%, CAC 40 -1.93% dan STOXX 600 -1.65%.

Harga minyak mentah dunia bergerak mixed dan ditutup melemah ditengah perang dagang AS dan China yang dikhawatirkan akan menekan permintaan. Pelaku pasar masih mencermati pertemuan delegasi AS dan China di Washington untuk membahas kesepakatan. Sebelumnya Presiden AS Donald Trump menerima surat dari Presiden China untuk bekerja sama. Hal ini memberikan harapan kepada pelaku pasar bahwa masih adanya harapan untuk mencapai kesepakatan.

IHSG di di perdagangan kemarin ditutup anjlok dikarenakan faktor global dan juga kondisi politik dalam negeri yang belum kondusif. Asing kembali mencatatkan net sell sebesar Rp 1.49 triliun di seluruh pasar dengan saham BBRI dan BBCA menjadi net top seller, sedangkan saham BTPS dan ACES  menjadi net top buyer. IHSG menembus level support psikologis yang membuat indeks berada dalam trend melemah. Faktor global masih menjadi yang utama terhadap pergerakan indeks. Tensi dagang AS dan China juga membuat nilai tukar Rupiah melemah. Kondisi politik pasca pemilu yang belum kondusif juga membuat investor asing enggan masuk ke pasar modal Indonesia. Kami perkirakan indeks masih akan bergerak melemah dengan rentang 6159-6253. Saham-saham yang dapat diperhatikan adalah GGRM (SoS), SMRA (SoS), CPIN (buy), BDMN (buy), AKRA (buy), dan PGAS (buy).

DISCLAIMER ON


Lastest Post