Stock_Pic_230919

Selamat Pagi,

Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah setelah presiden AS Donald Trump pada Jumat (20/9) lalu mengatakan, AS tidak memerlukan kesepakatan dagang baru dengan China sampai setelah pemilu 2020. Tim perunding dari China, yang sempat tiba di AS memutuskan membatalkan kunjungan ke pertanian dan peternakan AS. Indeks Dow Jones -0.59%, S&P 500 -0.49% dan Nasdaq -0.80%.

Pergerakan bursa saham Eropa berakhir melemah pada perdagangan Selasa (3/9/2019), menyusul rilis data manufaktur Amerika Serikat (AS) yang menambah kekhawatiran tentang pertumbuhan global. Sementara itu, ketidakpastian tentang perpisahan Inggris dari Uni Eropa (Brexit) tanpa kesepakatan membuat indeks FTSE 100 meluncur ke posisi lebih rendah setelah mampu mencatat reli empat hari perdagangan berturut-turut. Indeks FTSE 100 -0.16%, DAX +0.08%, CAC 40 +0.56% dan STOXX 600 +0.29.

Harga minyak mentah dunia terkoreksi tipis pada akhir pekan lalu. Koreksi terjadi karena pasar khawatir dengan kelanjutan perang dagang antara dua negara dengan ekonomi terbesar Amerika Serikat (AS) dan China. Mengutip Reuters, Senin (23/9), harga minyak mentah berjangka Brent turun 12 sen menjadi US$64,28 per barel, sedangkan minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) melemah 4 sen ke level US$58,09 per barel.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi rebound pada perdagangan Senin (23/9). Mendekatnya pertemuan kesepakatan perdagangan AS-China meningkatkan optimisme di pasar. Rencananya, perwakilan kedua negara bertemu pada Oktober mendatang. IHSG akan bergerak pada range 6,200 – 6,300

DISCLAIMER ON


Lastest Post