Daily Research 21 Maret 2025

Bursa Saham Amerika ditutup melemah pada Kamis (20/03).

DJIA -0.03%, Nasdaq -0.33%, S&P500 -0.22%

                                                  

Bursa Saham Eropa ditutup melemah pada Kamis (20/03).

FTSE 100 -0.05%, Dax -1.24%, CAC40 -0.95%

 

Bursa Saham Asia-Pasifik bergerak melemah pada Kamis (20/03).

Nikkei -0.25%, HSI -2.23%, Shanghai -0.51%

 

Harga emas melemah ke level $3052.30 pada Kamis (20/03). Harga minyak Brent menguat di level $72.00 pada Kamis (20/03).

Gold +0.21%, Brent Oil +2.04%

Pada perdagangan Kamis 20 Maret 2025, IHSG ditutup pada level 6381.67 menguat +1.11%.

 

IHSG masih akan dipengaruhi oleh sejumlah sentimen, mulai dari efek suku bunga Bank Indonesia (BI) dan The Fed, sampai penantian suku bunga China, uang beredar M1 Indonesia, dan update pasar tenaga kerja AS.

Kejelasan kebijakan BI dan The Fed diharapkan menjadi kabar baik pekan ini dan mampu menghentikan badai demi badai yang mengguncang pasar keuangan Indonesia. Dengan keputusan tersebut maka setidaknya faktor ketidakpastian mulai melandai. Namun, investor bisa melihat hal ini juga sebagai sebuah ancaman.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, BI dan The Fed kompak menahan suku bunga acuan. The Fed kembali menahan suku bunganya di level 4,25-4,50% bulan ini. The Fed juga mengingatkan akan ancaman potensi resesi di AS.

Sementara itu Dewan Gubernur BI kembali memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI Rate di level 5,75%. 

Indeks Harga Saham Gabungan

 

Transaksi IHSG sebesar 11.311 T serta asing mencatatkan net sell sebesar 499.36 M di All Market. Secara sektoral, seluruh sektor mengalami penurunan. Pada perdagangan Jumat 21 Maret IHSG diprediksi menguat yang bergerak pada rentang 6308 - 6500. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti PGAS, DAAZ, NICL.

Disclaimer On


Lastest Post