Pada perdagangan Senin 29 Desember 2025, IHSG ditutup pada level 8.652,26 menguat +1,25%. Transaksi IHSG sebesar Rp22,84 T serta investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp1,03 Triliun di Pasar Reguler. Pasar saham bergerak menguat tajam didorong oleh euforia pasar terhadap naiknya harga komoditas metal. Sektor pertambangan emas, perak, tembaga, hingga smelter aluminium terkena imbasnya sehingga harga merangkak naik tajam. Saham konglomerasi di sektor pertambangan juga ikut menguat tajam seperti DEWA, PTRO, hingga BRMS naik signifikan. Di awal tahun depan, diperkirakan sektor basic materials khususnya komoditas pertambangan metal serta pelayaran mendominasi, dengan sektor finansial yang tetap tertekan. Pada perdagangan Selasa 30 Desember 2025, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 8.520 – 8.720. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti SRTG, AADI, dan GPRA.