News

PASAR SAHAM EROPA DIPERKIRAKAN DIBUKA LEBIH RENDAH KAMIS

2026-04-02 13:37:11 | category : BIS | company id : INEW

09149019 IQPlus, (2/4) - Pasar saham di Eropa diperkirakan akan dibuka lebih rendah pada hari Kamis, karena kekhawatiran tentang arah perang AS-Iran kembali mencengkeram pasar global. Kontrak berjangka yang terkait dengan indeks regional Stoxx 50 terakhir terlihat diperdagangkan 2% lebih rendah. Kontrak berjangka yang terkait dengan FTSE 100 London turun sekitar 0,9%, sementara kontrak berjangka DAX Jerman turun 1,9%. Kontrak berjangka CAC 40 Prancis datar. Dalam pidato kepada rakyat Amerika pada Rabu malam, Presiden AS Donald Trump mengatakan ia memperkirakan perang akan berlangsung dua hingga tiga minggu lagi, di mana pasukan AS akan "menyerang" Iran "dengan sangat keras." Kontrak berjangka saham AS anjlok saat pidato Trump berakhir, membalikkan reli yang terlihat di sesi reguler Wall Street pada hari Rabu. Pada Kamis pagi, data kontrak berjangka menunjukkan pembukaan yang jauh lebih rendah untuk saham-saham yang terdaftar di New York menjelang pembukaan pasar. Saham-saham yang terdaftar di Asia juga mengalami penurunan pada hari Kamis karena investor mencerna pembaruan terbaru Trump. Harga minyak melonjak setelah pidato presiden, dengan patokan global minyak mentah Brent melonjak lebih dari 6% menjadi $107,98. Harga minyak telah meroket sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, memicu serangan balasan di seluruh Teluk dari Teheran. Sepanjang Maret, patokan global minyak mentah Brent melonjak lebih dari 60%, menandai kenaikan harga bulanan terbesar sejak pencatatan dimulai pada tahun 1980-an. Saham-saham Eropa melonjak pada hari Rabu menjelang pidato Trump, setelah presiden pertama kali mengatakan perang akan berakhir dalam beberapa minggu. Investor juga bereaksi terhadap laporan pada hari Kamis bahwa pemerintahan Trump sedang mempersiapkan tarif baru untuk perusahaan farmasi yang belum membuat kesepakatan untuk menjamin harga obat yang rendah di Amerika Serikat. Bloomberg pertama kali melaporkan berita tersebut, mengutip sumber anonim. Dalam berita perusahaan, perusahaan minyak besar Inggris, Shell, dilaporkan sedang bernegosiasi dengan pemerintah Venezuela untuk mengembangkan empat area besar di beberapa ladang gas alam lepas pantai terbesar di negara itu, menurut Reuters. Di tempat lain, CEO Ryanair, Michael O'Leary, memperingatkan pada Rabu malam bahwa Inggris adalah pasar yang paling rentan terhadap kekurangan bahan bakar jet karena perang Iran terus berlanjut, mengingat ketergantungan negara itu pada pasokan dari Kuwait. (end/CNBC)



Tanggal Category Headline Details
2026-04-02 13:37:11 BIS PASAR SAHAM EROPA DIPERKIRAKAN DIBUKA LEBIH RENDAH KAMIS 09149019 IQPlus, (2/4) - Pasar saham di Eropa diperkirakan akan dibuka lebih rendah pada hari Kamis, karena kekhawatiran tentang arah perang AS-Ira... Readmore
2026-04-02 13:40:49 BIS PTBA CETAK PERTUMBUHAN OPERASIONAL DAN PRODUKSI MENINGKAT DI TAHUN 2025 09148975 IQPlus, (2/4) - PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota dari Grup MIND ID, mencatatkan peningkatan kinerja operasional yang solid sepan... Readmore
2026-04-02 13:41:00 BIS DARYA-VARIA LUNCURKAN INOVASI ALKES BERBASIS AI 09149247 IQPlus, (2/4) - Darya-Varia Laboratoria dan Astra Komponen Indonesia (ASKI) meluncurkan dua produk inovasi alat kesehatan berbasis kecerdas... Readmore
2026-04-02 14:02:16 BIS MENKOP: KEUANGAN SYARIAH DAN SEKTOR RIIL AKAN TUMBUH SALING MENGUATKAN 09150241 IQPlus, (2/4) - Menteri Koperasi (Menkop) sekaligus Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Ferry Juliantono mengatakan keuangan syar... Readmore
2026-04-02 14:03:49 BIS RAND AFSEL TURUN 1% LEBIH KAMIS USAI TRUMP ANCAM SERANG AGRESIF IRAN 09150610 IQPlus, (2/4) - Rand Afrika Selatan jatuh lebih dari 1% pada perdagangan awal Kamis, setelah Presiden AS Donald Trump bersumpah akan melaku... Readmore

Start learning, Fast Earning

Easy guide to Start

Download ProClick

Customer Service
021 – 5093 1888
customerservice@profindo.com