2026-01-21 14:29:47 | category : BIS | company id : EKOM
02052043 IQPlus, (21/1) - Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Japan External Trade Organization (JETRO) menyelenggarakan penjajakan bisnis (business matching)di kantor Kemendag, Jakarta, pada Selasa, (20/1). Kegiatan ini mempertemukan 30pelaku usahamikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia yang memproduksi produk fast-moving consumer goods(FMCG) dengan 4perusahaan ritel besar asal Jepang. Para pelaku UMKM yang berpartisipasi mencakup berbagai sektor, meliputi furnitur,peralatan rumah tangga, kosmetik dan perawatan kulit, kebutuhan hewan peliharaan, serta makanan dan minuman. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan, business matching tersebutmenjadi inisiatif Pemerintah Indonesia memperluas akses pasar ekspor produk FMCG Indonesia ke Negeri Sakura. Upaya ini diperlukan mengingat Jepang terkenal memiliki standar kualitas dan keamanan produk yang tinggi. "Hari ini,kami mempertemukan para pemasok dan produsen dari Indonesia dengan ritel dan mitra dari Jepang. Business matchingini menjadi sarana penting untuk menyelaraskan standar pasarsehingga produk Indonesia dapat memenuhi persyaratan ketat dan kebutuhan pasar Jepang,"ujar Puntodewi saat pembukaan business matching Business matchingdilaksanakan melalui skema pertemuanone-on-one.Setiap pelaku UMKM memperoleh kesempatan untuk mempresentasikan produk unggulannya, menampilkan sampel, serta menjajakidan menegosiasikan harga produknya secara langsung dengan setiap perwakilan ritel Jepangyang hadir. Puntodewi menilai, Indonesia dan Jepang memiliki peluang besar untuk mengembangkan kerja sama di sektor-sektor seperti furnitur, home and living, wellness, perawatan tubuh, serta produk kecantikan. Sektor-sektor tersebut berpotensi tumbuh bersama dan menjadi kekuatan baru dalam rantai pasok global. "Selain sektor otomotif, kami melihat masih banyak potensi di sektor seperti furnitur, home living, wellness,perawatan tubuh, dan kecantikan yang bisa kita kembangkan. Kami optimistis sektor FMCG dan produk kreatif Indonesia dapat menjadi katalis untuk rebound di 2026,"tutur Puntodewi. (end)