2026-01-22 09:53:15 | category : BIS | company id : COMD
02135495 IQPlus, (22/1) - Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) melaporkan volume perdagangan pasar emas fisik secara digital di ICDX sebesar 58.654.322 gram pada 2025 atau tumbuh 25,20 persen dibandingkan tahun 2024 dengan volume transaksi sebesar 46.849.357 gram. Adapun nilai transaksi perdagangan pasar fisik emas secara digital di ICDX pada tahun 2025 tercatat senilai Rp115,6 triliun, tumbuh 101,04 persen dibandingkan tahun 2024 dengan nilai transaksi sebesar Rp57,5 triliun. "Masyarakat Indonesia terlihat makin meminati pembelian emas fisik secara digital melalui bursa berjangka," kata Direktur ICDX Nursalam dalam keterangan resmi, Jakarta, Kamis. Dia menyampaikan bahwa peningkatan minat masyarakat melakukan pembelian emas fisik secara digital melalui bursa berjangka karena pengaruh sejumlah faktor. Pertama ialah masyarakat lebih praktis untuk membeli emas karena tak perlu datang ke gerai penjualan emas, tetapi hanya cukup menggunakan aplikasi di smartphone. Kedua yaitu adanya dampak positif dari digitalisasi yang menyentuh semua sektor kehidupan, termasuk dalam membeli emas. Terakhir adalah para generasi muda yang telah bekerja dan memiliki penghasilan sendiri mulai melakukan investasi emas secara digital dengan nilai sesuai kemampuan mereka. Berdasarkan tren positif tersebut, lanjutnya, ICDX berharap volume transaksi di tahun 2026 bisa terus bertumbuh hingga 30 persen. Pihaknya berkomitmen untuk selalu meningkatkan layanan kepada para pemangku kepentingan, dan meyakini perdagangan emas fisik secara digital bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang berkeinginan melakukan investasi emas dengan cara lebih praktis. "Mekanisme ini juga kami pastikan aman, dimana dalam perdagangan ini diawasi oleh pemerintah, dalam hal ini Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi), lembaga kliring yang berperan menjadi lembaga penjaminan dan penyelesaian transaksi, serta lembaga depository yang berperan menyimpan emas fisik yang diperdagangkan secara digital" ungkap Nursalam. (end/ant)