News

MASUK TAHAP AWAL RESTRUKTURISASI, TJOKRO GROUP DORONG GPSO JADI HOLDING BERNILAI RP900 MILIAR

2026-01-22 09:59:26 | category : BIS | company id : GPSO

02135929 IQPlus, (22/1) - PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) resmi memulai langkah transformasi besar di bawah naungan pengendali barunya, PT PIMSF Pulogadung (PIMSF), yang merupakan bagian dari raksasa industri mekanikal Tjokro Group. Pasca rampungnya akuisisi pada akhir 2025, GPSO bersiap melakukan konsolidasi aset strategis guna memperkuat rantai pasok dari hulu hingga hilir. Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis pada Rabu (21/1), GPSO telah menandatangani Kesepakatan Induk Jual Beli Awal (Conditional Sale and Purchase Agreement/CSPA) untuk mengambil alih sejumlah aset signifikan dari entitas terafiliasi, yakni PT Morita Tjokro Gearindo (MTG) dan PT Jaya Indah Casting (JIC). Dalam rencana restrukturisasi Tahap I, GPSO akan menyerap objek aset konsolidasi dengan nilai sekitar Rp700 miliar. Adapun rincian aset yang akan diakuisisi meliputi 75 persen saham PT Pulogadung Tempajaya (PTJ), 70 persen saham PT Tjokro Bersaudara Komponenindo (TBK), 70 persen saham PT Jakarta Marten Logamindo (JML), serta aset tanah dan bangunan yang berlokasi di Kawasan Industri Jababeka I dan Kawasan EJIP, Bekasi. Langkah konsolidasi ini menandai perubahan fundamental kegiatan usaha GPSO menjadi perusahaan holding strategis sekaligus estate management. Tujuan utama dari konsolidasi tersebut adalah menciptakan sinergi di seluruh lini proses solusi mekanikal, mulai dari aluminium dan ferro casting, machining, hingga proyek berbasis komponen industri. Dengan penguasaan aset-aset tersebut, Perseroan berupaya mengamankan ketersediaan bahan baku serta memperluas pangsa pasar, baik di tingkat domestik maupun global. Manajemen menilai kesepakatan awal ini akan memberikan dampak positif bagi Perseroan dari berbagai aspek. "Kesepakatan awal yang ditandatangani akan membawa dampak yang positif bagi Perseroan, baik dari aspek bisnis, aspek hukum, maupun aspek keuangan," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi tersebut. Dari sisi finansial, aksi korporasi ini diproyeksikan akan meningkatkan nilai perusahaan secara signifikan. Setelah akuisisi tahap awal efektif, total aset GPSO diperkirakan meningkat menjadi sekitar Rp900 miliar dengan ekuitas mencapai Rp750 miliar. Tidak berhenti sampai di situ, Tjokro Group juga memberikan komitmen jangka panjang selama lima hingga sepuluh tahun untuk terus mendukung pengembangan GPSO. Grup berencana melakukan penjualan aset lanjutan kepada Perseroan setelah Tahap I rampung, dengan target nilai total mencapai Rp3 triliun. Dalam laporan yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia, Direktur Utama PT Geoprima Solusi Tbk, Dionysius Tjokro, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi besar Perseroan untuk memenangkan persaingan industri yang semakin ketat. "Perseroan akan menjadi holding company yang terintegrasi dari hulu ke hilir sebagai bagian dari Tjokro Group untuk industri suku cadang dan aksesoris kendaraan bermotor roda empat," tegas Dionysius dalam dokumen resmi tersebut. Seluruh rencana aksi korporasi ini, termasuk opsi penerbitan saham baru maupun instrumen utang sebagai sumber pendanaan, saat ini masih dalam kajian mendalam guna memastikan kepatuhan terhadap regulasi pasar modal, khususnya POJK 17/2020 dan POJK 42/2020. (end)

Start learning, Fast Earning

Easy guide to Start

Download ProClick

Customer Service
021 – 5093 1888
customerservice@profindo.com