News

OMED TARGETKAN PENDAPATAN TUMBUH 10-15% DI TAHUN 2026

2026-02-09 08:21:07 | category : BIS | company id : OMED

03929765 IQPlus, (9/2) - PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED), perusahaan manufaktur dan distribusi alat kesehatan, memaparkan prospek usaha tahun 2026 yang didukung oleh berlanjutnya permintaan struktural di sektor kesehatan nasional serta ketahanan permintaan dari segmen kesehatan swasta. Sektor kesehatan Indonesia terus memperoleh dukungan kuat dari pemerintah, tercermin dari peningkatan anggaran kesehatan nasional sebesar 16% secara tahunan menjadi sekitar Rp244 triliun pada tahun 2026 (dari Rp211 triliun pada tahun 2025). Kebijakan pemerintah tetap difokuskan pada peningkatan aksesibilitas, keterjangkauan, serta keberlanjutan sistem kesehatan jangka panjang, termasuk penguatan kapabilitas industri kesehatan dan farmasi dalam negeri. Dalam siaran pers OMED (6/2) disebutkan Meskipun program Jaminan Kesehatan Nasional (BPJS Kesehatan) tetap berperan penting dalam memperluas akses layanan kesehatan, tekanan pendanaan masih berlanjut seiring rasio klaim yang melampaui penerimaan iuran. Dalam konteks tersebut, segmen layanan kesehatan swasta diperkirakan tetap resilien, didorong oleh permintaan layanan kesehatan dengan kompleksitas lebih tinggi, layanan non-BPJS, produk consumable medis, serta pengembangan infrastruktur kesehatan. "Dengan latar belakang tersebut, OMED menargetkan pendapatan sekitar Rp2,3 triliun pada tahun 2026, atau tumbuh di kisaran 10-15% secara tahunan (YoY),"ujar Louis Hartanto, Direktur Marketing dan Sales PT Jayamas Medica Industri Tbk. "Perseroan juga menargetkan margin laba kotor yang tetap terjaga pada kisaran awal 30%, serta penjualan ekspor sebesar USD 1,0-1,5 juta". Untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang dan kesiapan operasional, Perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure) sekitar Rp62 miliar pada tahun 2026. Belanja modal tersebut akan difokuskan pada penambahan mesin untuk memperluas kapasitas produksi di fasilitas Mojoagung dan Krian, serta pengembangan National Distribution Center (NDC) di Pulo Gadung, Jakarta. Pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi logistik dan kualitas layanan, khususnya di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat. Louis menegaskan bahwa meskipun pergerakan pasar saham dalam jangka pendek dapat dipengaruhi oleh faktor makroekonomi dan dinamika indeks global, Perseroan tetap berfokus pada eksekusi strategi, penguatan kapasitas, serta penciptaan nilai yang berkelanjutan dalam menghadapi volatilitas pasar dan mendukung pertumbuhan jangka panjang Perseroan. (end)

Start learning, Fast Earning

Easy guide to Start

Download ProClick

Customer Service
021 – 5093 1888
customerservice@profindo.com