News

BTN PASTIKAN FUNDAMENTAL TERJAGA DI TENGAH KOREKSI RATING MOODYS

2026-02-09 11:29:50 | category : BIS | company id : BBTN

03941377 IQPlus, (9/2) - Corporate Secretary PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Ramon Armando memastikan fundamental keuangan perseroan terjaga di tengah koreksi rating outlook kredit Indonesia dan lima bank besar nasional oleh lembaga pemeringkat asal Amerika Serikat, Moody's Ratings. "Kendati outlook BTN diturunkan, BTN tetap memiliki credit rating di level investment grade dengan fundamental keuangan yang tetap terjaga, baik dari sisi permodalan, likuiditas, maupun kualitas aset," kata Ramon, dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin. Pihaknya berkomitmen untuk menyalurkan kredit secara selektif, ditopang oleh pengelolaan risiko yang prudent (hati-hati) untuk menjaga kepercayaan pasar dan investor di tengah dinamika ekonomi yang ada. Ia menyatakan perseroan juga akan terus meningkatkan kualitas kredit dengan menerapkan manajemen risiko yang ketat, serta memperkuat proses bisnis yang lebih cermat, terukur, dan disiplin. BTN pun mengapresiasi pemberian berbagai stimulus fiskal dan moneter oleh pemerintah dan regulator untuk mendukung pertumbuhan industri perbankan nasional. "BTN mengapresiasi langkah pemerintah dan regulator dalam memberikan dukungan kepada industri perbankan nasional melalui stimulus fiskal dan moneter untuk membantu perbankan dalam mengoptimalisasi fungsi intermediasinya dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dan sehat ke depannya," ujar Ramon. Pada Kamis (5/2/2026), Moody's Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level Baa2, satu tingkat di atas batas investment grade, tapi dengan penyesuaian outlook dari stabil menjadi negatif. Penyesuaian tersebut juga berimbas terhadap penurunan outlook dari stabil menjadi negatif bagi lima bank besar nasional, yakni Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, dan BCA, serta tujuh perusahaan nonkeuangan pada Jumat (6/2/2026). Meskipun demikian, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memandang bahwa penyesuaian outlook negatif tersebut tidak mencerminkan pelemahan fundamental perekonomian Indonesia. Ia mengatakan kinerja ekonomi domestik tetap solid di tengah tingginya gejolak dan ketidakpastian global. Stabilitas sistem keuangan juga tetap terjaga baik, ditopang likuiditas yang memadai, permodalan perbankan yang terjaga pada level tinggi, serta risiko kredit yang rendah. Moody's dapat kembali mengembalikan outlook kredit perusahaan-perusahaan tersebut menjadi stabil, jika prospek sovereign credit Indonesia kembali stabil serta kondisi perusahaan secara umum tidak berubah. (end/ant)

Start learning, Fast Earning

Easy guide to Start

Download ProClick

Customer Service
021 – 5093 1888
customerservice@profindo.com