News

PEMERINTAH SIAPKAN EKSPOR PERDANA 2.280 TON BERAS HAJI KE ARAB SAUDI

2026-02-09 14:28:26 | category : BIS | company id : EKOM

03952095 IQPlus, (9/2) - Pemerintah menyiapkan ekspor perdana 2.280 ton beras premium produksi dalam negeri ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sekitar 200 ribu lebih jemaah haji Indonesia pada musim haji 2026. Kebijakan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi terbatas lintas kementerian dan lembaga yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) di Jakarta, Senin. "Untuk tahun ini kita mulai (ekspor). Kita akan bekerja keras berusaha agar jemaah haji kita berasnya dari Indonesia. Kita semua mendukung penuh memutuskan agar beras itu dari kita, ekspor ke Arab Saudi," kata Zulhas usai rapat. Ia menegaskan keputusan itu dimungkinkan karena stok beras nasional berada pada level aman, bahkan diperkirakan surplus, sehingga pemenuhan kebutuhan jemaah haji tidak mengganggu stabilitas pasokan maupun harga di dalam negeri. Zulhas menyebutkan bahwa ekspor beras tersebut tidak hanya mendukung pemenuhan logistik haji berbasis produk dalam negeri, tetapi juga menjaga kenyamanan konsumsi jemaah Indonesia selama berada di Arab Saudi. "Banyak jemaah kita di Saudi tidak cocok dengan beras di sana karena rasanya berbeda, sementara beras Indonesia lebih pulen dan sudah sesuai selera," ujar dia. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan Bulog menyiapkan beras premium sesuai permintaan pengelola dapur jemaah haji di Arab Saudi dengan standar mutu internasional. "Kami rencanakan ekspor perdana pada minggu ketiga bulan Februari ini sekitar 2.280 ton, namun kami juga siapkan 3.000 ton supaya antisipasi kalau ada keperluan tambahan," ucap Ahmad. Ia menjelaskan beras yang diekspor memiliki spesifikasi premium dengan tingkat pecah maksimal 5 persen dan kadar air di bawah 14 persen, serta diproduksi dari gabah panen baru untuk menjaga kualitas dan kesegaran. Menurut Ahmad, volume ekspor perdana tersebut relatif kecil dibandingkan stok beras Bulog yang mencapai sekitar 3,2 juta ton, sehingga tidak berdampak terhadap pasokan domestik. Bulog juga menyiapkan cadangan tambahan untuk mengantisipasi kebutuhan lanjutan. Ia menjelaskan, pengolahan beras premium dilakukan menggunakan fasilitas penggilingan modern berteknologi terkomputerisasi agar memenuhi standar mutu yang disyaratkan mitra di Arab Saudi, sekaligus menjaga konsistensi kualitas produk. Dari sisi tata kelola, pemerintah memastikan seluruh proses ekspor mulai dari pengolahan, pengemasan, hingga pengiriman memenuhi ketentuan keamanan pangan dan persyaratan negara tujuan melalui koordinasi dengan kementerian dan lembaga teknis terkait, termasuk kepabeanan dan karantina. Ahmad menyebut respons dari pihak Arab Saudi terhadap rencana penggunaan beras Indonesia bagi jemaah haji positif, mengingat Indonesia merupakan negara dengan jumlah jemaah terbesar setiap tahun. "Intinya Saudi Arabia sudah welcome dan mendukung. Koordinasi perizinan impor sedang dilakukan melalui Kementerian Perdagangan kedua negara," ungkap dia. Pemerintah menilai ekspor beras untuk kebutuhan haji ini sebagai langkah awal penguatan ekspor pangan bernilai tambah, dengan skema business to business pada tahap awal sebelum dikaji untuk pengembangan yang lebih permanen. Ke depan, pemerintah membuka peluang keberlanjutan kebijakan ekspor beras haji pada musim berikutnya, seiring konsistensi swasembada pangan dan penguatan rantai pasok nasional dari hulu hingga hilir. (end/ant)

Start learning, Fast Earning

Easy guide to Start

Download ProClick

Customer Service
021 – 5093 1888
customerservice@profindo.com