2026-02-10 11:53:27 | category : BIS | company id : ICOM
04042790 IQPlus, (10/2) - Dana kekayaan negara Malaysia, Khazanah Nasional, pada Selasa (10 Februari) melaporkan laba operasional yang lebih tinggi, dimana portofolio investasinya mencatatkan return sebesar 5,2 persen pada tahun 2025, mengatasi ketidakpastian yang timbul dari tarif AS dan risiko geopolitik. Khazanah merupakan pemegang saham utama di beberapa perusahaan terbesar di Malaysia, termasuk pemberi pinjaman terbesar kedua, CIMB Group, perusahaan utilitas listrik Tenaga Nasional, dan Malaysia Aviation Group, maskapai penerbangan nasional. Menurut situs webnya, Khazanah berinvestasi di berbagai sektor termasuk energi, perawatan kesehatan, teknologi informasi, dan real estat. Khazanah, yang dimiliki oleh Kementerian Keuangan, melaporkan laba operasional sebesar RM5,6 miliar tahun lalu, naik dari RM5,1 miliar pada tahun 2024, kata Direktur Utama Amirul Feisal Wan Zahid kepada wartawan pada hari Selasa. Aset bersihnya tumbuh menjadi RM105 miliar dari RM103,6 miliar setahun sebelumnya, sementara dividen tahunannya kepada pemerintah berlipat ganda menjadi RM2 miliar pada tahun 2025, katanya. Amirul Feisal mengatakan bahwa ia mengharapkan Malaysia untuk mempertahankan jalur pertumbuhan yang tangguh, yang didukung oleh investasi swasta dan asing. Ekonomi negara tumbuh 4,9 persen pada tahun 2025, melebihi proyeksi resmi, menurut perkiraan awal yang dirilis pemerintah bulan lalu. "Untuk tahun 2026 kami akan mempercepat pelaksanaan karena kami merencanakan strategi investasi Malaysia serta strategi investasi global kami," kata Amirul Feisal, menambahkan bahwa Khazanah akan berupaya mendiversifikasi risiko di berbagai kelas aset dan wilayah geografis. Pada bulan Januari, Amirul Feisal mengatakan Khazanah berencana untuk menyalurkan lebih banyak modal untuk memperkuat sistem tenaga listrik Malaysia dan mendukung perusahaan semikonduktor lokal karena kecerdasan buatan mendorong siklus investasi berikutnya. (end/Reuters)