2026-02-11 07:11:45 | category : BIS | company id : GOTO
04125832 IQPlus, (11/2) - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo Group, kode emiten: GOTO) memberikan kemudahan kepada nasabah, khususnya pelaku usaha, untuk membuat QRIS pembayaran melalui aplikasi GoPay agar mereka dapat menerima transaksi nontunai dari konsumen. Para pelaku usaha sebelumnya hanya dapat membuat QRIS melalui aplikasi GoPay Merchant, tidak bisa menggunakan aplikasi GoPay. Dengan kemudahan tersebut, mereka tidak perlu lagi mengunduh dua aplikasi berbeda untuk bisa menerima pembayaran dari pelanggan. "Hal ini memudahkan siapa pun, termasuk yang ingin memulai usaha sampingan di bulan Ramadhan, untuk menerima pembayaran nontunai secara cepat, aman, dan praktis," ujar Head of GoPay Merchant Services Haryanto Tanjo di Jakarta, Selasa. Ia mengungkapkan, sejak diluncurkan dua tahun lalu, aplikasi GoPay Merchant telah digunakan oleh lebih dari 4 juta nasabah. Ia mengatakan, fitur 'QRIS buat Jualan' yang dikembangkan oleh pihaknya tersebut mendukung efisiensi pengelolaan usaha para nasabah dengan pendaftaran yang cepat, kemampuan untuk menerima pembayaran dari semua bank dan e-wallet tanpa biaya, serta pencairan dana setiap jam untuk menjamin kelancaran arus kas usaha. Haryanto menuturkan, nasabah bisa mendapatkan 'QRIS buat Jualan' dengan sangat mudah, yakni pengguna hanya perlu mendaftar melalui aplikasi GoPay, melengkapi data usaha, dan menjalani proses verifikasi. Setelah terverifikasi, QRIS siap digunakan untuk berjualan. Pengguna juga dapat langsung melihat riwayat transaksi dan ringkasan pendapatan, sehingga lebih mudah dalam mengelola dan memantau bisnis. "Setelah mengaktifkan fitur ini di aplikasi GoPay, pengguna akan memiliki dua dompet terpisah untuk kebutuhan personal dan usaha, sehingga pengelolaan keuangan lebih rapi dan mudah," ucap Haryanto Tanjo. Upaya GoTo Group untuk mendorong inklusivitas teknologi finansial agar dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat melalui inovasi "QRIS buat Jualan" tersebut sejalan dengan program Bank Indonesia (BI). Pada 2026, BI bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) menargetkan peningkatan digitalisasi pembayaran hingga mencapai 17 miliar transaksi digital dengan 60 juta pengguna QRIS, yang 45 juta pengguna di antaranya berasal dari Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). (end)