2026-02-11 07:29:03 | category : BIS | company id : EKOM
04126931 IQPlus, (11/2) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melakukan uji jalan (road test) kendaraan berbasis hidrogen, seperti bus, mobil dan sepeda motor hasil konversi pada Juli sebagai bagian dari Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026. "Acara ini (GHES) juga akan dihadirkan berbagai program utama, seperti konferensi, business matching, hydrogen road test, dan hydrogen vehicle test drive," ujar Wakil Menteri ESDM Yuliot ketika membuka GHES secara virtual yang digelar di Kantor Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE), Jakarta, Selasa. Yuliot menyampaikan rangkaian gelaran tersebut merupakan upaya pemerintah untuk meyakinkan para pemangku kepentingan ihwal pengembangan industri hidrogen di Indonesia. Keinginan pemerintah untuk mengembangkan ekosistem hidrogen di Indonesia melebihi penggunaan hidrogen di industri pupuk. Yuliot mengatakan ingin ekosistem hidrogen di Indonesia merambah sektor transportasi. Pemerintah Indonesia telah menetapkan hidrogen dan amonia sebagai Sumber Energi Baru strategis melalui Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025, dengan proyeksi kontribusi hidrogen sekitar 10-12 persen terhadap energi primer nasional pada tahun 2060. Saat ini, pemanfaatan hidrogen di Indonesia masih didominasi sektor industri pupuk dan kilang minyak, dengan konsumsi nasional sekitar 1,75 juta ton per tahun. Dengan demikian, penyelenggaraan GHES 2026 diarahkan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pengembangan hidrogen dan amonia sebagai bagian dari agenda transisi energi nasional dan pencapaian Net Zero Emission tahun 2060 atau lebih cepat. Hydrogen road test direncanakan dilaksanakan pada 23 Juli sebagai bagian dari rangkaian GHES 2026, meliputi uji coba kendaraan berbasis hidrogen seperti bus, mobil, dan sepeda motor hasil konversi, yang menempuh rute Sudirman-Thamrin. "Tentu pemerintah sangat berkepentingan untuk adanya Global Hydrogen Ecosystem Summit ini, karena kami melihat dari sisi ekosistem," ujar Yuliot. (end)