2026-02-11 10:57:33 | category : BIS | company id : EKOM
04139348 IQPlus, (11/2) - Kementerian Perindustrian menegaskan penguatan ekosistem industri perkapalan nasional sebagai bagian dari strategi industrialisasi untuk mentransformasi sistem logistik Indonesia, ketahanan pangan sekaligus meningkatkan daya saing industri manufaktur nasional. Penegasan tersebut disampaikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema Pemberdayaan Angkutan Laut dan Galangan Kapal Nasional. "Pada tahun 2025, pertumbuhan industri pengolahan mencapai 5,30 persen atau melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen. Momentum ini mengulang capaian setelah lebih dari satu dekade, yang menunjukkan sektor industri kembali menjadi penarik utama pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema Pemberdayaan Angkutan Laut dan Galangan Kapal Nasional di Jakarta, Selasa (10/2). Kontribusi industri pengolahan terhadap PDB tahun 2025 tercatat sebesar 19,07 persen atau setara Rp4.541,52 triliun. Kinerja tersebut menegaskan peran sektor manufaktur sebagai sektor dlberkontribusi dokinan bagi ekonomi nasional sekaligus fondasi transformasi sistem logistik berbasis industri. Menperin menegaskan bahwa penguatan industri galangan kapal bukan lagi sekadar pilihan kebijakan, melainkan keharusan strategis mengingat sektor ini memiliki keterkaitan ke belakang dan ke depan (backward and forward linkages) yang tinggi terhadap berbagai subsektor ekonomi. "Industri galangan kapal memiliki dampak berganda yang luas karena melibatkan berbagai komponen dalam rantai pasok industri seperti bahan baku, komponen, teknologi, pendanaan, sumberdaya manusia, teknologi, infrastruktur hingga jasa logistik. Karena itu, pengembangannya menjadi kebutuhan strategis bagi penguatan struktur industri nasional," tegasnya. Dalam konteks transformasi logistik nasional, sektor angkutan laut dinilai menjadi tulang punggung distribusi antarwilayah Indonesia. Peningkatan aktivitas logistik memerlukan penguatan kapasitas armada nasional yang sejalan dengan kemampuan industri galangan kapal dalam negeri. Saat ini Indonesia memiliki sekitar 342 galangan kapal yang tersebar di 29 provinsi dengan dukungan puluhan ribu tenaga kerja serta fasilitas produksi yang mampu membangun berbagai jenis kapal hingga kapasitas besar. Menperin menjelaskan bahwa ekosistem industri galangan kapal mencakup integrasi rantai pasok bahan baku dan komponen, kesiapan peralatan dan teknologi produksi, regulasi yang mendukung, kompetensi sumber daya manusia, skema pendanaan, serta infrastruktur logistik yang efisien. Penguatan seluruh komponen tersebut menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing industri perkapalan nasional.(end)