News

BEI UNGKAP "SHAREHOLDERS CONCENTRATION LIST" AKHIR FEBRUARI-AWAL MARET

2026-02-12 15:26:01 | category : BIS | company id : EKOM

04255547 IQPlus, (12/2) - Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana menerbitkan shareholders concentration list atau daftar saham yang terindikasi memiliki pemegang saham yang terkonsentrasi pada akhir Februari atau awal Maret 2026, bersamaan dengan pengungkapan kepemilikan saham hingga di atas 1 persen. "Sesuai dengan timeline, itu (shareholders concentration list) akan berbarengan dengan transparansi pemegang saham di atas 1 persen yang kita harapkan bisa dilakukan di akhir Februari ini atau di awal Maret," kata Pjs. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik saat dijumpai media usai acara Bloomberg Technoz Economic Oulook 2026 di Jakarta, Kamis. Ia menjelaskan, pengungkapan shareholders concentration list merupakan bagian dari upaya pasar modal Indonesia untuk meningkatkan transparansi dan integritas pasar. Daftar ini memberikan gambaran kepada investor terkait dengan konsentrasi dari kepemilikan saham. "Dengan demikian investor bisa memutuskan apakah tetap mau melakukan investasi di perusahaan itu atau mencari alternatif lain," kata dia. Jeffrey mengatakan, shareholders concentration list dapat digunakan investor asing dan investor institusi sebagai referensi melakukan balancing. Hal ini sebagaimana yang sudah dilakukan oleh investor asing dan institusi di Bursa Hong Kong. "Mereka juga menggunakan perangkat yang sama, Bursa di Hong Kong juga menerbitkan shareholders concentration list dan itu akan kita lakukan juga di bursa kita," kata dia. Adapun pascapublikasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada 28 Januari lalu, BEI sudah melakukan pertemuan dengan penyedia indeks global itu pada 2 dan 11 Februari 2026. Dalam hal ini, BEI tidak hanya menyampaikan proposal kepada MSCI, tetapi juga kepada Financial Times Stock Exchange (FTSE) Russell. Sebagai tindak lanjut, BEI tetap menyampaikan transparansi dan informasi terkini kepada publik mengenai progres reformasi integritas yang sedang dijalankan. Selain rencana pengungkapan kepemilikan saham hingga di atas 1 persen dan shareholders concentration list, bursa mengungkap data investor yang lebih granular dari hanya 9 tipe investor menjadi hingga 28 sub-tipe investor, khususnya yang ada di dalam kategori korporasi dan lain-lain. Untuk memastikan pasar modal Indonesia ke depan lebih dalam, bursa akan mengeluarkan peraturan terkait ketentuan minimum free float untuk bisa tetap tercatat di BEI dari 7,5 persen menjadi 15 persen. "Itu semua dapat kami lakukan karena pada momen ini kita mendapatkan dukungan luar biasa dari seluruh pihak untuk bisa melakukan pembenahan dan perbaikan yang signifikan," kata Jefrrey. Ia mencatat bahwa pasar modal Indonesia telah berulang kali menghadapi tantangan, baik dari faktor eksternal maupun internal. Namun, setiap kali menghadapi krisis, pasar modal Indonesia tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh menjadi lebih besar dan lebih kuat. "Kalau kita ibaratkan saat ini adalah kondisi turbulensi, maka kita hanya punya satu pilihan, yaitu terbang lebih tinggi dan itu yang sedang kita lakukan. Karena kita terbang lebih tinggi, ini adalah momen yang sangat tepat dan berharga untuk melakukan pembenahan secara signifikan terhadap pasar kita," kata Jefrrey. (end/ant)

Start learning, Fast Earning

Easy guide to Start

Download ProClick

Customer Service
021 – 5093 1888
customerservice@profindo.com