2026-02-19 07:25:47 | category : BIS | company id : PTPP
04926735 IQPlus, (19/2) - Corporate Secretary PT PP (Persero) Tbk (PTPP) Joko Raharjo mengatakan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta nilai Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) merupakan satu kesatuan dan tak dapat terpisahkan dari strategi bisnis. "Momentum Bulan K3 Nasional menjadi pengingat bahwa penerapan prinsip K3 dan ESG merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari strategi bisnis perusahaan," kata Joko dalam keterangannya di Jakarta, Rabu. Oleh karena itu, Joko mengatakan pihaknya menegaskan komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, salah satunya melalui kegiatan penanaman pohon dalam rangka Bulan K3 Nasional tahun ini. Adapun kegiatan yang dilakukan di Lagoon Avenue Mall Bekasi, Kawasan Grand Kamala Lagoon (GKL), Bekasi ini menjadi simbol sinergi antara budaya K3, komitmen keberlanjutan, dan dukungan terhadap mobilitas publik ramah lingkungan. Joko mengatakan, GKL adalah kawasan terpadu yang dikembangkan oleh anak usaha PTPP, PT PP Properti Tbk (PPRO), juga merupakan salah satu aset komersial unggulan PTPP yang dikembangkan dengan konsep terintegrasi dan berwawasan lingkungan. "Perusahaan berkomitmen untuk terus menghadirkan inisiatif hijau yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan, masyarakat, dan generasi mendatang," ujar Joko. Selain seremoni penanaman pohon, kegiatan ini juga dirangkaikan prelaunching rute Trans Jakarta Bekasi-GKL-Dukuh Atas. Inisiatif tersebut diharapkan dapat mendorong penggunaan transportasi publik yang lebih berkelanjutan sekaligus meningkatkan konektivitas masyarakat Bekasi dengan pusat aktivitas di Jakarta. Direktur Manajemen Risiko & Legal PT PP (Persero) Tbk Tommy Wiranata Anwar menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna strategis bagi perusahaan. "Kegiatan ini mencerminkan komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan dan keberlanjutan," kata Tommy. "Sejalan dengan tema Akselerasi Peningkatan Budaya QHSE yang Adaptif, Unggul, dan Berkelanjutan, kami menegaskan bahwa aspek keselamatan, kesehatan kerja, mutu, dan lingkungan harus terintegrasi tidak hanya dalam operasional internal, tetapi juga dalam pengembangan kawasan serta sistem mobilitas masyarakat," ujarnya menambahkan. (end)