2026-02-23 13:35:27 | category : BIS | company id : ICOM
05348903 IQPlus, (23/2) - Perusahaan energi negara Saudi Aramco telah menjual beberapa kargo minyak mentah ultra ringan dari pabrik gas Jafurah senilai $100 miliar kepada perusahaan-perusahaan besar AS dan sebuah perusahaan penyulingan India, seiring persiapannya untuk mengekspor kargo pertamanya akhir bulan ini, menurut empat sumber perdagangan. Proyek Jafurah, yang diperkirakan mengandung 229 triliun kaki kubik standar gas mentah dan 75 miliar barel kondensat, merupakan inti dari ambisi Aramco untuk meningkatkan produksi gasnya agar menjadi pemain gas alam global utama dan untuk memperluas penawaran jenis minyak mentah ringan. Perusahaan besar AS Chevron (CVX.N), telah membeli dua kargo kondensat Jafurah untuk dimuat akhir bulan ini dan pada bulan Maret, sementara Exxon Mobil Corp (XOM.N) dan Indian Oil Corp (IOC.NS) membeli kargo yang akan diangkut bulan depan, kata sumber tersebut. Kargo-kargo tersebut dijual dengan harga premium $2 hingga $3 per barel di atas harga Dubai berdasarkan basis free-on-board (FOB), tambah mereka. Kargo pertama Chevron kemungkinan akan dikirim ke perusahaan penyulingan patungan Korea Selatan, GS Caltex, sementara kargo kedua dapat menuju Thailand untuk Star Petroleum Refining, kata dua sumber. Aramco, Exxon, IOC, dan SPRC tidak segera menanggapi permintaan komentar. GS Caltex tidak memberikan komentar segera. Chevron menolak berkomentar. Jafurah berpotensi menjadi proyek gas serpih terbesar di luar AS dan diperkirakan akan mencapai produksi berkelanjutan sebesar 2 miliar kaki kubik per hari pada tahun 2030. Aramco dapat mengekspor empat hingga enam kargo kondensat Jafurah masing-masing 500.000 barel per bulan dari pelabuhan timur negara itu, Yanbu, kata sebuah sumber kepada Reuters sebelumnya. Kondensat adalah cairan non-gas yang dapat diproses di splitter untuk menghasilkan bahan baku petrokimia nafta dan produk olahan lainnya, atau dapat dicampur dengan minyak mentah untuk disuling di kilang. Kondensat Jafurah memiliki gravitasi API 49,7 derajat dan mengandung sekitar 0,17% sulfur, menurut hasil uji minyak mentah pendahuluan yang ditinjau oleh Reuters. Sekitar 40% dari hasilnya adalah bahan baku petrokimia nafta, terutama grade yang lebih berat, sementara sebagian besar sisanya adalah gasoil dan kerosin, menurut hasil uji tersebut.(end/Reuters)