2026-02-24 14:08:50 | category : BIS | company id : INEW
05450908 IQPlus, (24/2) - Pasar saham Eropa diperkirakan akan dibuka datar hingga lebih tinggi pada hari Selasa karena investor menilai lanskap perdagangan global baru setelah langkah tarif terbaru Presiden AS Donald Trump. Indeks FTSE Inggris diperkirakan akan dibuka tidak berubah, DAX Jerman dan CAC 40 Prancis masing-masing naik sekitar 0,25%, dan FTSE MIB Italia naik hampir 0,3%, menurut data dari IG. Saham-saham regional ditutup lebih rendah pada hari Senin karena pasar global bereaksi terhadap keputusan Trump untuk memperkenalkan bea masuk global baru sebesar 15% untuk impor ke AS. Para pejabat Eropa menyatakan keprihatinan atas tindakan tersebut, menandakan bahwa hal itu dapat menimbulkan ancaman terhadap kesepakatan perdagangan mereka dengan AS. Kemudian, Parlemen Eropa mengumumkan pada hari Senin bahwa mereka telah menghentikan sementara pekerjaan ratifikasi kesepakatan perdagangan AS-UE yang disepakati musim panas lalu. Pasar AS juga merasakan dampak dari langkah tarif tersebut, dengan saham-saham anjlok pada hari Senin karena investor bergulat dengan kebijakan perdagangan baru, serta kekhawatiran yang terus-menerus seputar gangguan AI terhadap industri. Trump terus menegaskan kemampuannya untuk meningkatkan tarif pada hari Senin, memperingatkan tentang bea masuk yang lebih tinggi untuk negara-negara yang ingin "bermain-main" setelah Mahkamah Agung membatalkan tarif "timbal balik" yang diberlakukannya pekan lalu. Trump mengatakan pada akhir pekan bahwa bea masuk baru sebesar 15% akan berlaku segera, meskipun tidak jelas apakah ada dokumen resmi yang telah ditandatangani yang menguraikan waktunya. Dia juga mengatakan bahwa pungutan tambahan akan diberlakukan dalam beberapa bulan mendatang. Pasar Asia-Pasifik diperdagangkan beragam pada hari Selasa karena investor mempertimbangkan ancaman tarif baru dari AS. Laporan pendapatan berasal dari Standard Chartered, Leonardo, Telecom Italia, dan Fresenius Medical Care. Rilis data termasuk angka kepercayaan bisnis Prancis. (end/CNBC)