2026-02-27 13:43:30 | category : BIS | company id : ICOM
05749398 IQPlus, (27/2) - Hyundai Motor akan menginvestasikan sembilan triliun won untuk membangun pusat data kecerdasan buatan (AI), pabrik robot, dan pabrik hidrogen di Korea Selatan, seiring dengan percepatan upaya perusahaan otomotif tersebut dalam pengembangan teknologi baru. Bagian terbesar dari investasi tersebut adalah pusat data AI senilai 5,8 triliun won yang dilengkapi dengan 50.000 GPU untuk mendukung pengembangan kendaraan otonom dan pembelajaran robot, menurut pernyataan dari Kementerian Pertanahan Korea Selatan pada hari Jumat (27 Februari). Selanjutnya, satu triliun won dialokasikan untuk membuka fasilitas elektrolisis air yang mampu menghasilkan 80 ton hidrogen hijau per hari, sementara 1,3 triliun won akan dihabiskan untuk pembangkit tenaga surya guna mendukung inisiatif AI dan hidrogen. Fasilitas tersebut akan dibangun di wilayah Saemangeum, yang berjarak sekitar 270 kilometer (168 mil) barat daya Seoul. Proyek ini juga mencakup peluncuran pabrik robot pertama Hyundai di Korea Selatan, dengan total investasi 400 miliar won, yang dirancang untuk memproduksi robot yang dapat dikenakan secara massal dan model industri serta logistik lainnya, dan pada akhirnya untuk mengembangkan klaster komponen robot di wilayah tersebut. Hyundai menandatangani perjanjian investasi dengan tujuh lembaga pemerintah pada hari Jumat, setelah menjalin kemitraan pada bulan Oktober dengan Nvidia untuk mengembangkan klaster AI fisik nasional menggunakan akselerator Blackwell milik produsen chip tersebut. Pengumuman ini muncul ketika Hyundai meningkatkan investasi di bidang pertumbuhan baru, termasuk AI, robotika, dan teknologi swakemudi, di tengah tekanan yang meningkat pada bisnis otomotif intinya akibat tarif AS, persaingan dari produsen mobil Tiongkok, dan transisi yang melambat ke kendaraan listrik di pasar utama seperti Amerika Utara. Unit Boston Dynamics milik perusahaan tersebut memamerkan versi siap produksi dari robot humanoid Atlas di CES bulan lalu, yang akan diproduksi di AS. Investasi skala besar ini juga sesuai dengan seruan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian regional di luar Seoul dan kota-kota besar lainnya. Rencana ini diharapkan dapat menciptakan 71.000 lapangan kerja baru dan menarik perusahaan mitra global beserta talenta mereka, menurut kementerian pertanahan. "Robot logistik dan industri yang akan diproduksi massal di pabrik ini akan terhubung ke pusat data AI untuk pembelajaran berkelanjutan," kata Lee pada upacara penandatanganan perjanjian investasi. "Area ini akan terlahir kembali sebagai kota masa depan di mana setiap orang dapat dengan mudah menggunakan robot dalam kehidupan sehari-hari mereka." (end/Bloomberg)