News

INDEF : KONFLIK AS-ISRAEL DAN IRAN DORONG KENAIKAN BIAYA LOGISTIK RI

2026-03-02 13:51:30 | category : BIS | company id : EKOM

06049867 IQPlus (2/3) - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengatakan konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel dan Iran di Timur Tengah berpotensi menambah biaya logistik nasional. Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, M Rizal Taufikurahman mengatakan risiko gangguan pasokan energi di kawasan Teluk, khususnya jalur vital Selat Hormuz, mendorong kenaikan biaya impor minyak dan LPG. Kondisi ini segera tercermin pada ongkos distribusi dalam negeri. "Secara cepat dirasakan adalah ongkos transportasi laut yang lebih mahal membuat biaya logistik nasional naik, padahal struktur harga barang di Indonesia sangat dipengaruhi biaya distribusi antarpulau," kata Rizal dihubungi di Jakarta, Senin. Ia menjelaskan risiko keamanan pelayaran juga berpotensi menaikkan premi asuransi dan tarif angkut. Akibatnya, ongkos distribusi antarpulau meningkat dan harga pangan ikut terdorong. Struktur harga barang di Indonesia yang sangat bergantung pada biaya distribusi juga menurutnya dapat membuat harga bahan pangan, bahan baku industri, hingga barang konsumsi ikut naik meskipun produksi dalam negeri tidak terganggu. Menurut Rizal, bagi negara yang masih net-importir minyak dan LPG, kenaikan harga energi cepat mendorong inflasi melalui lonjakan ongkos transportasi, listrik, dan logistik pangan. "Inflasi domestik dalam konteks ini bukan disebabkan kelangkaan barang, melainkan mahalnya biaya mengangkut barang ke Indonesia dan mendistribusikannya di dalam negeri," ujarnya. Ia menambahkan industri manufaktur, ritel, penerbangan dan perdagangan besar biasanya paling cepat terdampak karena margin usaha tergerus. "Pelaku usaha cenderung menunda ekspansi atau mengurangi volume produksi," kata Rizal. Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2) melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk ibu kota Teheran, yang menyebabkan kerusakan parah serta menimbulkan korban jiwa sipil. Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel serta ke fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Iran melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat tersebut. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Sabtu mengumumkan dimulainya "operasi ofensif paling brutal dalam sejarah angkatan bersenjata Iran" menyusul konfirmasi syahidnya Khamenei. Iran juga telah menutup Selat Hormuz di tengah situasi memanas di Kawasan Timur Tengah pada Sabtu (28/2).(end/ant)

Start learning, Fast Earning

Easy guide to Start

Download ProClick

Customer Service
021 – 5093 1888
customerservice@profindo.com