2026-03-09 06:59:58 | category : BIS | company id : BMRI
06725185 IQPlus, (9/3) - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat nilai transaksi agen laku pandai (layanan keuangan tanpa kantor) atau Mandiri Agen tumbuh sebesar 89 persen year on year (yoy) hingga melampaui Rp3,5 triliun pada bulan pertama tahun 2026. Adapun frekuensi transaksi Mandiri Agen pada periode yang sama meningkat 44 persen (yoy) menjadi 2,34 juta. Menurut perseroan, peningkatan frekuensi dan nilai transaksi ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap Mandiri Agen. Direktur Consumer Banking Bank Mandiri Saptari dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, menyampaikan bahwa Mandiri Agen merupakan strategi utama perseroan dalam memperluas jangkauan ekosistem keuangan di luar jaringan kantor cabang. Menurut dia, penguatan peran agen menjadi bagian dari transformasi digital Bank Mandiri dalam membangun keunggulan yang berkelanjutan melalui sinergi ekosistem layanan yang semakin solid. "Program Mandiri Agen merupakan wujud kolaborasi erat kami bersama masyarakat untuk membangun kemandirian ekonomi dari desa dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kerakyatan," katanya. Pada awal 2026, lanjutnya, seluruh indikator kinerja utama mencatatkan pertumbuhan positif yang mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan berbasis agen yang semakin merata hingga pelosok Indonesia. Mandiri Agen merupakan layanan perbankan tanpa kantor dari Bank Mandiri yang bekerja sama dengan pelaku UMKM, untuk melayani berbagai transaksi perbankan dan layanan keuangan lainnya. Kehadiran Mandiri Agen menjadi bagian dari upaya Bank Mandiri dalam memperluas inklusi keuangan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Melalui Mandiri Agen, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan transaksi keuangan, mulai dari tarik tunai, transfer dana, hingga pembayaran berbagai tagihan. Selain itu, tersedia pula layanan pembukaan rekening tabungan serta akses informasi dan rujukan untuk kredit produktif segmen mikro. Jumlah Mandiri Agen tercatat meningkat 12 persen (yoy) hingga Januari 2026 mencapai 112.650 unit agen. Pertumbuhan ini diiringi dengan akselerasi adopsi digitalisasi melalui aplikasi Mandiri Agen, dengan jumlah pengguna aktif meningkat 28 persen (yoy) menjadi 81.000 agen di awal tahun ini. Untuk diketahui, aplikasi Mandiri Agen memiliki fitur transaksi yang lebih lengkap serta waktu proses yang lebih cepat daripada EDC Mini ATM, sehingga memberikan pengalaman yang lebih baik kepada pelanggan. Lebih lanjut, perseroan menyampaikan bahwa agen laku pandai turut berkontribusi nyata terhadap peningkatan inklusi keuangan nasional. (end)