2026-03-09 10:36:25 | category : BIS | company id : EKOM
06738172 IQPlus, (9/3) - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mencatat penyaluran Penugasan Khusus Ekspor (PKE) mencapai Rp13,5 triliun sepanjang 2025. Realisasi tersebut meningkat 85 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan penyaluran pada 2024 yang sebesar Rp7,3 triliun. Kepala Divisi Penugasan Khusus dan Strategi LPEI Berlianto Wibowo mengatakan capaian tersebut mencerminkan efektivitas program PKE dalam mendukung penguatan ekosistem ekspor nasional. "Tahun 2025 menjadi momentum bagi Indonesia Eximbank untuk semakin memperkuat efektivitas program PKE dalam mendukung ekosistem ekspor nasional," ujar Berlianto dalam keterangannya di Jakarta, Senin. Capaian tersebut sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat nilai ekspor Indonesia sepanjang 2025 mencapai 282,91 miliar dolar AS atau meningkat 6,15 persen secara tahunan. Berlianto menjelaskan berdasarkan hasil penghitungan developmental impact secara agregat, setiap Rp1 pembiayaan yang disalurkan Indonesia Eximbank diperkirakan mampu memberikan kontribusi hingga 2,79 kali terhadap penghematan atau penciptaan devisa. Dengan demikian, pada 2025 fasilitas PKE turut berkontribusi pada penciptaan dan penghematan devisa negara senilai 2,182 juta dolar AS. Sepanjang 2025, pertumbuhan penyaluran PKE didorong oleh optimalisasi dukungan kepada pelaku ekspor pada sejumlah sektor prioritas, antara lain melalui program PKE Farmasi dan Alat Kesehatan serta PKE Alat Transportasi. Melalui program PKE Farmasi, Indonesia Eximbank mendukung ekspor produk industri farmasi nasional seperti vaksin, obat-obatan, dan peralatan medis termasuk jarum suntik. Sementara itu, melalui program PKE Alat Transportasi, lembaga tersebut turut mendorong produksi dan ekspor gerbong barang bertipe container flat top (CFT) wagon buatan Indonesia ke Selandia Baru. Selain itu, pelaku usaha juga dapat memanfaatkan berbagai program PKE lainnya, seperti PKE Trade Finance, PKE Kawasan, PKE Usaha Kecil dan Menengah (UKM), serta PKE Penjaminan dan Asuransi yang sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperluas basis eksportir nasional dan memperkuat hilirisasi industri. Melalui dukungan PKE, berbagai produk unggulan Indonesia seperti rempah-rempah, furnitur, dan minyak nabati juga berhasil menembus pasar ekspor non-tradisional, termasuk kawasan Afrika, Amerika Selatan dan Asia Selatan. "Indonesia Eximbank akan terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan produk lokal Indonesia tidak hanya unggul di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing di pasar internasional," kata Berlianto. Adapun sebagai upaya memperkuat dukungan pemerintah terhadap kinerja ekspor nasional, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Republik Indonesia bersama Indonesia Eximbank juga menyelenggarakan sosialisasi Program PKE untuk penyediaan fasilitas penjaminan dan asuransi pada 12 Februari 2026 di Jakarta. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memperkuat pemahaman terkait penugasan baru kepada Indonesia Eximbank melalui Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 329 Tahun 2025 tentang Penugasan Khusus Ekspor guna menyediakan fasilitas penjaminan dan asuransi bagi ekspor produk dan/atau jasa pada sektor prioritas pemerintah.(end/ant)