2026-03-09 11:56:20 | category : BIS | company id : EKOM
06742969 IQPlus, (9/3) - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) telur ayam ras terjadi di 210 kabupaten/kota atau sekitar 58,33 persen di wilayah Indonesia pada minggu pertama Maret 2026. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebut harga rata-rata telur ayam ras secara nasional mencapai Rp32.475 per kilogram (kg), sementara harga acuan tertinggi (HAP) ditetapkan sebesar Rp32.000 per kilogram. "Sudah ada 210 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga telur ayam ras. Ada yang sampai kenaikan harganya 16,31 persen dan harga telur ayam rasnya sudah 40 persen di atas HAP," kata Amalia di Jakarta, Senin. Beberapa daerah yang mengalami lonjakan harga cukup tinggi, antara lain Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara yang harga telurnya telah mencapai Rp42.000 per kilogram atau 40 persen dari HAP. Kenaikan juga terjadi Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara dengan harga telur sekitar Rp37.293 per kilogram atau 24,31 persen di atas HAP. Lonjakan harga paling tinggi terjadi di wilayah Papua, yakni Kabupaten Sarmi yang harga telurnya mencapai Rp57.000 per kilogram atau 90 persen di atas HAP. Menurut Amalia, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian pemerintah, terutama menjelang meningkatnya permintaan masyarakat selama Ramadan dan Lebaran 2026. "Dalam rangka menghadapi Ramadhan dan Lebaran, mungkin perlu mendapat perhatian, terutama untuk harga telur ayam ras," ujarnya. BPS juga mencatat beberapa komoditas lain yang perlu diwaspadai pergerakan harganya, salah satunya daging ayam ras. Secara rata-rata nasional, daging ayam ras sudah menyentuh harga Rp41.181 per kilogram, sedangkan HAP yang ditetapkan Rp40.000 per kilogram. Kabupaten/kota yang mengalami kenaikan cukup tinggi antara lain Kabupaten Sarmi Rp49.000, Kabupaten Siak Rp49.000, Kabupaten Sumba Barat Daya Rp48.309, Kabupaten Kepulauan Seribu Rp48.000, Kabupaten Pesisir Selatan Rp46.050, Kabupaten Karawang Rp45.000, serta Kabupaten Tapanuli Utara Rp45.000. (end/ant)