2026-03-09 12:17:44 | category : BIS | company id : EKOM
06744247 IQPlus, (9/3) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI menghadirkan layanan Export Center di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), untuk membimbing pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar ekspor. Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan kehadiran Export Center Batam menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat kapasitas pelaku UMKM yang memiliki orientasi ekspor. "Kami melihat pelaku UMKM memiliki semangat ekspor yang tinggi. Export Center Batam memang baru dibuka pada 2025, namun antusias pelaku usaha sangat besar," kata Wamendag Dyah saat berdialog dengan pelaku UMKM di Mal Pelayanan Publik (MPP) Batam, Senin. Menurut dia, melalui Export Center, pelaku UMKM dapat memperoleh pendampingan untuk memahami peluang pasar global serta berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan ekspor. Ia menjelaskan layanan tersebut juga membantu memetakan pelaku usaha yang siap memasuki pasar internasional, mulai dari kesiapan produksi, kapasitas usaha, hingga keberlanjutan bisnis. "Kami akan memfilter UMKM mana yang benar-benar siap untuk ekspor. Artinya dari segi produksi, kapasitas, hingga kontinuitas pasokan harus memadai agar mampu memenuhi permintaan pasar luar negeri," ujarnya. Dyah menambahkan Kemendag juga memiliki jaringan atase perdagangan di 33 negara yang dapat membantu membuka akses pasar bagi produk-produk UMKM Indonesia. Menurut dia, keberadaan Batam menjadi sangat strategis karena posisi geografisnya yang dekat dengan Singapura, Johor dan sejumlah negara Asia Tenggara lainnya. "Batam memiliki lokasi yang sangat strategis. Kami senang melihat pemerintah daerah juga mendorong UMKM agar berorientasi ekspor karena dekat dengan Singapura, Johor dan negara-negara ASEAN," katanya. Ia berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku UMKM untuk mendapatkan informasi terkait potensi pasar ekspor. "Harapannya dengan adanya Export Center di Batam, kita bisa memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM agar mengetahui potensi ekspor, perjanjian perdagangan internasional yang bisa dimanfaatkan, serta peluang pasar di berbagai negara," ujarnya. Export Center Batam sendiri mulai beroperasi sejak Agustus 2025 dan diresmikan langsung oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso. (end/ant)