News

HARGA ENERGI PICU INFLASI DI JERMAN AKIBAT PERANG IRAN

2026-03-30 15:56:54 | category : BIS | company id : INEW

08857400 IQPlus, (30/3) - Dipicu oleh guncangan harga energi dari perang AS-Israel di Iran, inflasi naik menjadi setidaknya 2,5% di empat negara bagian Jerman yang menjadi indikator pada bulan Maret, menandakan bahwa tingkat inflasi nasional kemungkinan juga akan menunjukkan peningkatan dalam data yang diterbitkan Senin nanti. Di negara bagian terpadat di Jerman, North-Rhine Westphalia, tingkat inflasi tahunan melonjak menjadi 2,7% dari 1,8% pada bulan Februari. Tren kenaikan itu juga tercermin di negara bagian Bavaria, Baden-Wuerttemberg, dan Lower Saxony, di mana tingkat inflasi naik masing-masing menjadi 2,8%, 2,5%, dan 2,6%. Para ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan inflasi yang diselaraskan di ekonomi terbesar Eropa akan naik menjadi 2,8% pada bulan Maret, dari 2,0% bulan lalu, ketika kantor tenaga kerja menerbitkan angka-angka tersebut pada Senin sore. Data Jerman ini dirilis menjelang rilis inflasi zona euro pada hari Selasa. Inflasi di blok mata uang tersebut diperkirakan akan naik menjadi 2,7% pada bulan Maret, menurut para ekonom yang disurvei oleh Reuters. Perang AS-Israel di Iran telah mendorong harga energi naik tajam, dan para pembuat kebijakan ECB sekarang sedang memperdebatkan apakah dan dalam keadaan apa mereka perlu menaikkan suku bunga untuk mencegah kenaikan ini merembes ke harga barang dan jasa lainnya. Pasar keuangan kini memperkirakan tiga kenaikan suku bunga tahun ini dari ECB, dengan kenaikan pertama terjadi pada bulan April atau Juni, dengan asumsi bahwa para pembuat kebijakan akan berupaya untuk bertindak lebih awal setelah dikritik karena salah menilai lonjakan inflasi tahun 2021/22. (end/Reuters)

Start learning, Fast Earning

Easy guide to Start

Download ProClick

Customer Service
021 – 5093 1888
customerservice@profindo.com