2026-03-31 07:00:03 | category : BIS | company id : BJTM
08925190 IQPus, (31/3) - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) atau Bank Jatim membukukan laba bersih senilai Rp1,54 triliun sepanjang 2025, atau tumbuh 20,65 persen year on year (yoy) dibandingkan sepanjang 2024. "Bank Jatim sukses membukukan laba bersih sebesar Rp1,54 triliun atau naik 20,65 persen (yoy) dari tahun sebelumnya," ujar Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo sebagaimana keterangan resmi di Jakarta, Senin. Dari sisi intermediasi, perseroan mencatatkan penyaluran kredit senilai Rp67,24 triliun pada 2025, atau tumbuh 4,98 persen (yoy) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Adapun, komposisi kredit perseroan terdiri dari kredit konsumer senilai Rp36,54 triliun atau tumbuh 6,20 persen (yoy), serta kredit produktif senilai Rp30,7 triliun atau tumbuh 3,55 persen (yoy). Sepanjang 2025, Winardi menjelaskan perseroan fokus menitikberatkan pada penetrasi dana murah, dengan menggunakan pola pendekatan transaction banking dan berbasis pada bisnis ekosistem untuk meningkatkan jumlah dana dan juga jumlah nasabah. Hal itu terefleksikan dari kinerja dana pihak ketiga seperti giro sebesar Rp21,4 triliun atau tumbuh 12,5 persen (yoy). Kemudian dari sisi Net Operating Assets (NoA), jumlah nasabah tumbuh 5,64 persen (yoy) atau total nasabah Dana Pihak Ketiga (DPK) sejumlah 10.915.749. Selanjutnya, user JConnect IB Corporate perseroan tercatat sebanyak 11.199 atau tumbuh 14,79 persen (yoy) dengan jumlah transaksi sebesar Rp23,36 triliun. Kemudian, QRIS Bank Jatim mencapai 203.725 user dengan nilai transaksi sebesar Rp3,94 triliun atau tumbuh 47,25 persen (yoy). Untuk memaksimalkan layanan perbankan untuk daerah yang memiliki potensi bisnis besar, Winardi mengatakan perseroan memaksimalkan layanan melalui AGEN JATIM. "Selain utilitas transaksi perbankan, AGEN JATIM memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan penyaluran kredit utamanya melalui metode referral dengan total agen sebanyak 14,842 agen," ujar Winardi. Winardi melanjutkan perseroan terus berupaya untuk melakukan perbaikan kualitas aset melalui beberapa langkah, yaitu melakukan mekanisme hapus buku sebesar Rp1,03 triliun dengan prosentase recovery rate sebesar 18,6 persen atau equivalen Rp192 miliar, serta restrukturisasi sebagai langkah penyelamatan debitur yang mengalami pemburukan kolektibilitas. Adapun, total kredit yang telah direstrukturisasi oleh perseroan mencapai Rp4,17 triliun. Per akhir 2025, total aset perseroan tumbuh 42,93 persen (yoy) menjadi senilai Rp168,85 triliun, dibandingkan senilai Rp118,142 triliun pada 2024. Penyaluran pinjaman juga tumbuh 46,65 persen (yoy) dari sebelumnya Rp75,35 triliun pada 2024, menjadi Rp110,50 triliun pada 2025. "Nah, untuk mendukung visi menjadi BPD Nomor 1 di Indonesia, kami kembali melanjutkan journey transformasi melalui 5 pilar utama. Yaitu aspek tata Kelola dan manajemen risiko, optimalisasi bisnis berbasis ekosistem, peningkatan kompetensi manpower sebagai asset utama, penguatan teknologi informasi dan digitalisasi proses bisnis, serta optimalisasi sinergi bisnis untuk Kelompok Usaha Bank," ujar Winardi. (end)