2026-04-08 09:57:34 | category : BIS | company id : INEW
09735841 IQPlus, (8/4) - Bank sentral Selandia Baru mempertahankan suku bunga acuan resminya di 2,25 persen pada hari Rabu, karena para pembuat kebijakan memilih untuk berhati-hati dalam menilai dampak perang di Timur Tengah dan melonjaknya harga minyak terhadap perekonomian negara Pasifik yang rapuh tersebut. Keputusan ini sejalan dengan 32 ekonom yang disurvei oleh Reuters, yang memperkirakan Bank Sentral Selandia Baru akan mempertahankan suku bunga acuan tetap stabil. Penghentian sementara ini terjadi setelah kampanye pelonggaran kebijakan moneter yang agresif, di mana bank sentral telah memangkas suku bunga sebesar 325 basis poin sejak Agustus 2024 seiring dengan meredanya inflasi dan melambatnya pertumbuhan ekonomi. Namun tekanan harga kembali meningkat: inflasi berada di angka 3,1 persen, di atas kisaran target bank sentral sebesar 1 hingga 3 persen, dan diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya biaya bahan bakar dan transportasi akibat perang di Timur Tengah. (end/Reuters)