2026-04-09 07:57:52 | category : BIS | company id : INEW
09828662 IQPlus, (9/4) - Pasar Asia-Pasifik dibuka beragam pada hari Kamis, setelah Ketua Parlemen Iran menuduh AS melanggar ketentuan perjanjian gencatan senjata dua minggu. Pada hari Rabu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata "dua sisi", lebih dari sebulan setelah perang dengan Iran dimulai. "Saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu," kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social. "Kami menerima proposal 10 poin dari Iran, dan percaya itu adalah dasar yang dapat diterapkan untuk bernegosiasi." Gencatan senjata tersebut bergantung pada persetujuan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Teheran mengatakan bahwa mereka akan menghentikan operasi "pertahanan" jika serangan terhadap negara itu dihentikan, menurut pernyataan dari Menteri Luar Negeri Iran. Israel juga telah menyetujui gencatan senjata tersebut, menurut laporan media. Ketua Parlemen Iran Mohammed Bagher Ghalibaf kemudian menuduh AS melanggar kesepakatan gencatan senjata. Pelanggaran tersebut meliputi penolakan hak Republik Islam untuk memperkaya uranium dan serangan berkelanjutan Israel terhadap Lebanon, serta masuknya drone ke wilayah udara Iran, katanya. Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,6% sementara indeks Kosdaq untuk perusahaan berkapitalisasi kecil tetap stabil. Indeks Nikkei 225 Jepang sedikit lebih tinggi sebesar 0,12%, sementara Topix naik 0,26%. Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,24%. Kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq 100 turun 0,1%. Kontrak berjangka yang terkait dengan Dow Jones Industrial Average turun 32 poin, atau kurang dari 0,1%. (end/CNBC)