2026-04-09 08:19:54 | category : BIS | company id : EKOM
09829981 IQPlus, (9/4) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah berkomitmen menjaga rasio utang pada level 40 persen, sementara defisit APBN 3 persen. Komitmen tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo dalam Rapat Kerja Pemerintah yang diikuti kurang lebih 800 birokrat, jajaran direksi BUMN, dan petinggi TNI, Polri, Kejaksaan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4). "Bapak Presiden tadi komit bahwa rasio utang dijaga di level 40 persen, walaupun Undang-Undang menyiapkan (batas rasio utang) sampai 60 persen (terhadap APBN). Demikian pula juga defisit (APBN) dijaga di level 3 persen. Ini akan dijaga sampai dengan akhir tahun," kata Airlangga saat jumpa pers selepas mengikuti rapat tersebut. Undang-Undang yang disebut oleh Airlangga merujuk kepada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Presiden Prabowo mengumpulkan jajaran menteri sampai dengan pejabat eselon I kementerian/lembaga di halaman tengah Istana untuk memberikan secara langsung taklimat, arahan-arahan, dan mendengar juga paparan dari beberapa menteri terkait sektor-sektor strategis. Rapat tersebut berlangsung selama kurang lebih 4 jam. Dalam rapat tersebut, Airlangga menjelaskan sejumlah indikator yang menunjukkan perekonomian Indonesia dalam kondisi baik dilaporkan kepada Presiden, sebagaimana tercermin dalam indeks keyakinan konsumen, purchasing managers index (PMI) manufaktur, cadangan devisa, dan neraca pembayaran. Airlangga juga menyampaikan penerimaan pajak juga bertumbuh. "Dari Menteri Keuangan tadi disampaikan sampai dengan Maret, kenaikan penerimaan pajak sebesar 14,3 persen atau Rp462,7 (triliun), dan manufaktur juga ekspansif," ungkapnya. Oleh karena itu, lanjut dia,pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi di triwulan I 2026 dapat mencapai kisaran 5,5 persen. "Pemerintah masih melihat pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama masih baik, masih bisa mencapai (target), tadi Menteri Keuangan juga menyampaikan lebih besar (atau) sama dengan 5,5 persen," ujar Airlangga. (end/ant)