Trading Idea 12 Mei 2022

Profindo Research  12 Mei  2022

Wall Street ditutup melemah pada Rabu (11/5) setelah rilis data inflasi sebesar 8.3%, berada diatas estimasi tetapi turun dari inflasi Mei sebesar 8.5%. Investor mengkhawatirkan kebijakan kontraksi agresif dari The Fed dapat mengakibatkan resesi ekonomi kedepannya.Dow30 -1.02%, S&P500 -1.65% Nasdaq -3.18%

Bursa saham Eropa menguat pada Rabu (11/5)  melanjutkan penguatan regional menghiraukan nilai data inflasi di US. Investor masih mengamati perkembangan konflik di Ukraina dan lockdown di China.DAX +2.17%, FTSE100 +1.44%, CAC 40 +2.50%

Bursa Asia ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu (11/5), di tengah reaksi pelaku pasar akan meningkatnya inflasi di China pada April lalu dan menantikan rilis data inflasi di US.
Nikkei +0.18%, HSI +0.97%, Shanghai +0.75%, Kospi -0.17%.

Harga emas menguat pada Rabu (11/5) setelah terjadi pelemahan akibat meningkatnya imbal hasil US dan menguatnya USD. Harga minyak menguat setelah terjadi perkembangan situasi akibat Covid di China.Gold +0.61%, WTI Oil +5.84%

Indeks Harga Saham Gabungan

IHSG pada perdagangan Rabu 11 Mei 2022 ditutup pada 6816, melemah sebesar 0.05%. IHSG berhasil rebound menutup gap pada 6900 dan kembali ditutup melemah tertekan oleh kekhawatiran kebijakan moneter kontraksi The Fed yang semakin agresif akibat rilis data inflasi US pada hari Rabu waktu setempat. Stochastic bergerak negatif, RSI bergerak negatif dan MACD negatif. Transaksi IHSG sebesar 17.811 TrilyunSektor idxtechno dan idxenergy menjadi sektor pemberat IHSG. Asing netsell 875.61 Milyar pada pasar regular. Pada perdagangan Kamis 12 Mei 2022, IHSG diprediksi bergerak melemah dengan support 6800 dan resisten pada 6900. Saham saham yang dapat diperhatikan ASLC, ACES, BRIS, EMTK, HMSP, ISAT.

DISCLAIMER ON


Lastest Post