Daily Research 5 Januari 2026

Pada perdagangan Jumat 2 Januari 2026, IHSG ditutup pada level 8.748,13 menguat +1,17%. Transaksi IHSG sebesar Rp22,27 T serta investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp1,14 Triliun di Pasar Reguler. Pasar saham dibuka gap up melewati MA 10 hingga tutup di area tertinggi sepanjang masa. Penguatan IHSG didorong oleh sektor perkapalan, sektor komoditas khususnya mineral tembaga, emas, perak, dan nikel, serta konglomerasi Bakrie. Kenaikan sektor perkapalan ditengarai akibat dari pelaku pasar yang memberikan overweight pada sektor pelayaran domestik dan internasional mengingat akan terjadinya hari raya di bulan Februari dan Maret, pengiriman produk dari dan ke China harus dikejar di bulan Januari. Sektor komoditas naik melihat potensi dari kenaikan harga komoditasnya akibat potensi supply-cut oleh China ditengah kebutuhan masif perusahaan berbasis AI, telekomunikasi, teknologi, serta energi terbarukan. Di awal Januari setelah aksi serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela, emiten berbasis minyak serta turunannya bisa mendapat sinyal positif karena mempengaruhi aktivitas perdagangan minyak dunia. Pada perdagangan Senin 5 Januari 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 8.640 – 8.850. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti AKRA, PNBN, dan BMTR.


Lastest Post