Daily Research 26 Januari 2026

Pada perdagangan Jumat 23 Januari 2026, IHSG ditutup pada level 8.951,01 melemah -0,46%. Transaksi IHSG sebesar Rp32,05 T serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp116 Miliar di Pasar Reguler. Pasar saham melanjutkan koreksi tajam yang ditengarai akibat dari panic selling yang dilakukan oleh pelaku pasar akibat koreksi serentak dari emiten konglomerasi, seperti PTRO, BUVA, hingga AMMN dengan kapitalisasi besar. IHSG ditopang oleh sektor pertambangan minerals, seperti Nikel, Emas, hingga Batubara. Pelaku pasar menunggu keputusan MSCI untuk menetapkan atau merubah kebijakan mengenai free float pada indeks Global Standard dan Small Caps. Jika perubahan terjadi, berpotensi akan terjadi outflow masif di rebalancing Q2 tahun 2026 Pada perdagangan Senin 26 Januari 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 8.700 – 9.000. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti CBDK, BRIS, dan RAJA.


Lastest Post