Pada perdagangan Rabu 04 Februari 2026, IHSG ditutup pada level 8.146,72 menguat +0,30%. Transaksi IHSG sebesar Rp25,74 T serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp1,42 Triliun di Pasar Reguler. Pasar saham bergerak secara volatil di sesi pertama perdagangan dan menguat perlahan di sesi kedua hingga penutupan. Koreksi tajam di awal perdagangan ditengarai akibat dari panic selling investor setelah rilis berita mengenai Bareskrim meninjak salah satu sekuritas dan emiten karena aksi manipulasi transaksi harga saham. Hal ini membuat beberapa emiten yang terindikasi terkoreksi tajam. Koreksi di saham MORA dengan kapitalisasi pasar yang besar hingga Auto Rejection menjadi pemberat utama IHSG. Kenaikan di emiten Barito menjadi pendorong penguatan IHSG. Transaksi IHSG cenderung didominasi oleh kenaikan dari saham-saham LQ45 dengan fundamental yang telah undervalue secara rasio keuangan, seperti BBCA, BMRI, dan BBTN. Pada perdagangan Kamis 05 Februari 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 7.980 – 8.250. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti ESSA, ARTO, dan JMAS.