Daily Research 13 Februari 2023

Profindo Research 13 Februari 2023

Bursa Saham Amerika beragam pada Jumat (10/2) didorong oleh lonjakan harga energi. Lonjakan suku bunga dan sikap Federal Reserve yang lebih hawkish membebani rotasi sektor pertumbuhan terutama pada sektor teknologi.

DJIA +0.50%, S&P500 +0.22%, Nasdaq -0.61%

 

Bursa Eropa melemah pada Jumat (10/2) pelemahan ekonomi UK menambah fokus kepada resesi global pada tahun ini. Inggris nyaris jatuh ke dalam resesi setelah ekonomi Inggris menunjukkan pertumbuhan nol selama tiga bulan terakhir di tahun ini setelah turun 0.3% pada periode Juli -September.

Dax -1.39%, FTSE 100 -0.36%, CAC40 -0.82%

 

Bursa Asia-Pasifik melemah pada Jumat (10/2) kenaikan imbal hasil Treasury AS meningkatkan kekhawatiran akan resesi yang tinggi. Sementara inflasi di China yang lebih lemah dari perkiraan juga membebani sentiment regional.

Nikkei +0.31%, HSI -2.01%, Shanghai -0.30%, Kospi -0.48%

 

Harga emas melemah di level $1876 pada Jumat (10/2). Harga minyak WTI menguat di level $79.76 pada Jumat (10/2) setelah Rusia melarang ekspor minyak ke negara-negara eropa yang meberikan sanksi.

Gold -0.11%, WTI Oil +2.18%

 

Indeks Harga Saham Gabungan

IHSG pada perdagangan Jumat 10 Februari 2023 ditutup pada level 6880 melemah sebesar 0.24%. Pada pembukaan perdagangan IHSG dibuka gap down bertahan pada zona merah dan melemah cukup dalam di sesi kedua. Menjelang penutupan di sesi kedua, IHSG mulai ada perlawanan pada menit-menit akhir penutupan pasar. Transaksi IHSG sebesar 9.52 T, asing net buy 3.0 T. Sektor teknologi kembali menjadi pemberat bagi IHSG dengan pelemahan sebesar 2.28%. Pada perdagangan Senin 13 Februari 2023, IHSG diprediksi akan bergerak melemah terbatas. Saham-saham yang dapat diperhatikan ENRG, BTPS, AKRA, TOWR, TMAS, AGRO.

Disclaimer on


Lastest Post