Daily Research 23 Oktober 2023

Profindo Research 23 Oktober 2023

Bursa Saham Amerika bergerak melemah pada Jumat (20/10), didorong oleh aksi waspada investor terhadap kenaikan Yield Treasury, potensi kenaikan suku bunga kembali, dan konflik panas di Timur Tengah.

DJIA -0.86%, Nasdaq -1.53%, S&P500 -1.26%

 

Bursa Saham Eropa bergerak melemah pada Jumat (20/10), didorong oleh aksi waspada investor terhadap kenaikan Yield Treasury yang sudah mencapai titik tertinggi sejak 2007, dikhawatirkan terjadi pelemahan ekonomi signifikan.

FTSE 100 -1.30%, Dax -1.64%, CAC40 -1.52%

 

Bursa Saham Asia-Pasifik bergerak melemah pada Jumat (20/10), didorong oleh aksi waspada investor terhadap outlook perekonomian di masa mendatang yang berpotensi makin buruk akibat dari kenaikan suku bunga.

Nikkei -0.52%, HSI -0.65%, Shanghai -0.74%

 

Harga emas menguat ke level $1993 pada Jumat (20/10), Harga minyak WTI melemah ke level $88.29 pada Jumat (20/10).

Gold +0.64%, WTI Oil -0.09%

 

Indeks Harga Saham Gabungan

 

Pada perdagangan Jumat 20 Oktober 2023, IHSG ditutup pada level 6849.17 menguat +0.04%. IHSG dibuka di zona merah kemudian menguat memasuki zona hijau hingga penutupan pasar. Secara teknikal, IHSG tertahan support 6800 dan membentuk pola candle hammer. Indikator stochRSI dan MACD menunjukkan pelemahan.

Transaksi IHSG sebesar 10.058 T serta asing net sell sebesar 250 M. Rebound dari sektor perbankan besar menjadi pendorong penguatan IHSG.

Dalam 1 minggu sebelumnya, IHSG melemah -1.12%. Kenaikan dari suku bunga Indonesia sebesar 25 bps menjadi 6% yang diluar ekspektasi pasar, menjadi pendorong aksi jual akibat investor menjaga resiko. Pelemahan Rupiah akibat tensi geopolitik menjadi faktor lain aksi waspada investor.

Pada perdagangan Senin 23 Oktober 2023, IHSG diprediksi akan menguat sementara menuju resisten 6880. Saham-saham yang dapat diperhatikan BMTR, IPCC, HALO, dan MPXL.

Disclaimer On.


Lastest Post