Daily Research 24 Mei 2023

Profindo Research 24 Mei 2023

Bursa Saham Amerika bergerak melemah pada Selasa (23/5), didorong oleh kekhawatiran Investor karena pembahasan mengenai batas atas utang US tidak memiliki kemajuan yang berarti.

DJIA -0.69%, S&P500 -1.12%, Nasdaq -1.26%

 

Bursa Saham Eropa bergerak melemah pada Selasa (23/5), didorong oleh kekhawatiran investor mengenai potensi resesi dan inflasi dalam beberapa bulan kedepan.

Dax -0.44%, FTSE 100 -0.10%, CAC40 -1.33%

 

Bursa Saham Asia-Pasifik bergerak melemah pada Selasa (23/5), didorong oleh kekhawatiran investor mengenai tidak adanya kepastian pemerintah US untuk menaikkan batas atas utang US, rally pasar Jepang sudah mencapai batas.

Nikkei -0.42%, HSI -1.25%, Shanghai -1.52%, KOSPI -0.08%

 

Harga emas menguat ke level $1996 pada Selasa (23/5), Harga minyak WTI menguat ke level $73.69 pada Selasa (23/5).

Gold +0.20%, WTI Oil +2.36%

 

Indeks Harga Saham Gabungan

 

Pada perdagangan Selasa 23 Mei 2023, IHSG ditutup pada level 6736.68 menguat sebesar +0.10%. IHSG dibuka di zona hijau hingga penutupan pasar. Secara teknikal, IHSG berpotensi berhasil membentuk swing low barunya dengan ditandai oleh menguatnya indikator StochRSI dan MACD.

Transaksi IHSG sebesar 10.918 T serta asing net buy sebesar 788.00 M. Peningkatan dari saham BCA dan BRI menjadi pendorong penguatan IHSG. Pada perdagangan Rabu 23 Mei 2023, IHSG diprediksi akan kembali menguat. Saham-saham yang dapat diperhatikan LPPF, NICL, APLN, ADHI, HRUM, dan EXCL.

Disclaimer On.


Lastest Post