Daily Research 26 Juni 2023

Profindo Research 26 Juni 2023

Bursa Saham Amerika bergerak melemah pada Jumat (23/6), didorong oleh potensi kenaikan suku bunga dimasa depan setelah testimoni petinggi the Fed dan pasar kekurangan katalis positif.

DJIA -0.65%, S&P500 -0.77%, Nasdaq -1.01%

 

Bursa Saham Eropa bergerak melemah pada Jumat (23/6), didorong oleh data inflasi UK yang melebihi ekspektasi sehingga memunculkan kekhawatiran kenaikan suku bunga kembali.

Dax -0.99%, FTSE 100 -0.54%, CAC40 -0.55%

 

Bursa Saham Asia-Pasifik bergerak melemah pada Jumat (23/6), didorong oleh data inflasi berbagai negara yang meningkat melebihi ekspektasi dan investor khawatir mengenai data ekonomi di masa depan.

Nikkei -1.45%, HSI -1.71%, Shanghai -1.31%

 

Harga emas menguat ke level $1930 pada Jumat (23/6), Harga minyak WTI melemah ke level $69.50 pada Jumat (23/6).

Gold +0.34%, WTI Oil -0.01%

 

Indeks Harga Saham Gabungan

 

Pada perdagangan Jumat 23 Juni 2023, IHSG ditutup pada level 6639.73 melemah -0.19%. IHSG dibuka di zona hijau kemudian melemah memasuki zona merah hingga penutupan pasar. Secara teknikal, IHSG melanjutkan pelemahan dan berada di support minor, harga berada dibawa EMA 10, 20, dan 200. Indikator stochRSI dan MACD menunjukkan pelemahan.

Transaksi IHSG sebesar 8.758 T serta asing net sell sebesar 693 M. Penurunan dari saham GOTO dan BBRI menjadi pendorong pelemahan IHSG.

Selama 1 minggu sebelumnya, IHSG melemah sebesar -0.88% disebabkan oleh minimnya katalis positif bagi market, kekhawatiran mengenai potensi kenaikan suku bunga di masa depan karena data inflasi beberapa negara menunjukkan peningkatan, dan pelemahan dari pasar regional menjadi pendorong investor untuk melakukan aksi taking profit.

Pada perdagangan Jumat 23 Juni 2023, IHSG diprediksi akan melemah menuju support harga 6610. Saham-saham yang dapat diperhatikan JPFA, GGRM, TOWR, ABMM, CLEO, dan ASLC.

Disclaimer On.


Lastest Post