Daily Research 2 Januari 2026

Pada perdagangan Selasa 30 Desember 2025, IHSG ditutup pada level 8.646,94 menguat +0,03%. Transaksi IHSG sebesar Rp20,62 T serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp888 Miliar di Pasar Reguler. Pasar saham dibuka melemah tajam hingga -0,7% tetapi kembali menguat menuju penutupan sampai +0,03%. Penurunan tajam disebabkan oleh aksi penjualan pelaku pasar yang didominasi oleh sektor pertambangan Emas dan Perak setelah harga komoditas emas jatuh signifikan setelah mencapai All Time High. Sepanjang bulan desember, IHSG menguat +1,62% dan LQ45 menguat +0,1%, didorong oleh kenaikan saham-saham konglomerasi serta pertambangan karena euforia pasar terhadap potensi commodity supercycle di tahun 2026. Di Januari, IHSG diprediksi akan bergerak volatil melihat dari harga yang mencapai titik tertinggi dan potensi outflow dari investor asing karena keputusan free float indeks MSCI maksimal 30 Januari 2026. Saham bluechip dalam indeks IDX30 serta LQ45 akan terdampak sentimen negatif, khususnya saham yang termasuk dalam indeks MSCI. Pada perdagangan Jumat 2 Januari 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 8.520 – 8.720. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti PNLF, MLPL, dan PIPA.


Lastest Post