Bursa Saham Amerika ditutup melemah pada Jumat (21/02).
DJIA -1.69%, Nasdaq -2.20%, S&P500 -1.71%
Bursa Saham Eropa ditutup bervariasi pada Jumat (21/02).
FTSE 100 -0.04%, Dax -0.12%, CAC40 +0.39%
Bursa Saham Asia-Pasifik bergerak menguat pada Jumat (21/02).
Nikkei +0%, HSI +3.99%, Shanghai +0.85%
Harga emas melemah ke level $2953.20 pada Jumat (21/02), Harga minyak Brent melemah di level $74.43 pada Jumat (21/02).
Gold -0.10%, Brent Oil -2.91%
Pada perdagangan Jumat 21 Februari 2025, IHSG ditutup pada level 6.803 menguat +0.22%.
Dalam sepekan IHSG menguat sebesar 2.48%. Rata-rata volume transaksi harian bursa juga mengalami pertumbuhan sebesar 18,99%, naik menjadi 18,38 miliar lembar saham dari sebelumnya 15,45 miliar lembar saham.
Sentimen pasar keuangan pada akhir pekan ini, bisa dibilang cukup minim. Tampaknya, pasar masih akan dipengaruhi oleh efek lanjutan dari rilis data NPI dan transaksi berjalan oleh BI kemarin.
Sementara itu, derasnya aliran dana asing yang ke luar dari pasar saham domestik masih terus berlanjut. Sebagai catatan, asing masih keluar triliunan rupiah dari pasar saham RI sejak awal tahun.
Indeks global seperti MSCI juga diketahui mengurangi porsi saham RI. Dari sisi konstituen, total perusahaan yang masuk MSCI Global Standards turun hampir setengahnya dari puncaknya pada 2019 silam yang mencapai 28 menjadi 17 konstituen untuk periode efektif Maret 2025.
Hal itu kemudian mengurangi bobot saham Indonesia di MSCI dari 2,2% menjadi 1,5% pada akhir 2024.
Indeks Harga Saham Gabungan
Transaksi IHSG sebesar 10.046 T serta asing mencatatkan net sell sebesar 705.07di All Market. Secara sektoral, sektor teknologi yang tetap menguat sampai akhir perdagangan. Pada perdagangan Senin 24 Februari IHSG diprediksi konsolidasi yang bergerak pada rentang 6950 - 6740. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti LPPF, JSMR, SMDR.
DIsclaimer On