Daily Research 24 Maret 2025

Bursa Saham Amerika ditutup menguat pada Jumat (21/03).

DJIA +0.08%, Nasdaq +0.52%, S&P500 +0.08%

                                                  

Bursa Saham Eropa ditutup melemah pada Jumat (21/03).

FTSE 100 -0.63%, Dax -0.47%, CAC40 -0.63%

 

Bursa Saham Asia-Pasifik bergerak melemah pada Jumat (21/03).

Nikkei -0.20%, HSI -2.19%, Shanghai -1.29%

 

Harga emas melemah ke level $3021.40 pada Jumat (21/03). Harga minyak Brent menguat di level $72.00 pada Jumat (21/03).

Gold -1.01%, Brent Oil +2.04%

Pada perdagangan Jumat 21 Maret 2025, IHSG ditutup pada level 6258.18 menguat +1.94%.

 

Dalam sepekan IHSG mencatatkan pelemahan sebesar 3,95% ke level 6.258,179 dari 6.515,631 pada pekan sebelumnya.

Dari sisi global, bank sentral AS (The Fed) menurunkan proyeksi pertumbuhan AS dan menaikkan estimasi inflasi, yang mempersempit ruang pemangkasan suku bunga dan meningkatkan risiko staglasi. Sentimen negatif juga datang dari pelemahan pasar AS dan Eropa serta ketegangan geopolitik, terutama di Timur Tengah, yang mendorong kenaikan harga minyak dan meningkatkan risiko inflasi global.

Di sisi lain, arus keluar dana asing dari pasar saham Indonesia masih berlanjut seiring dengan penguatan dolar AS dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.

Dari domestik, kebijakan fiskal pemerintah termasuk penurunan penerimaan pajak, isu Sri Mulyani yang mundur, hingga RUU TNI yang bisa memperluas peran militer dan mengurangi supremasi sipil di lembaga sipil tampak menjadi penekan IHSG.

Indeks Harga Saham Gabungan

 

Transaksi IHSG sebesar 21.697 T serta asing mencatatkan net sell sebesar 2.35 T di All Market. Secara sektoral, seluruh sektor mengalami penurunan. Pada perdagangan Senin 24 Maret IHSG diprediksi rawan terkoreksi yang bergerak pada rentang 6150 - 6310. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti ELSA, BRPT, UNTR.

Disclaimer On


Lastest Post