2026-02-26 11:52:08 | category : BIS | company id : INEW
05642600 IQPlus, (26/2) - Para ekonom sektor swasta menjadi lebih optimis tentang prospek pertumbuhan Singapura tahun 2026, dengan mayoritas tipis memperkirakan pengaturan kebijakan moneter akan tetap tidak berubah pada tinjauan April mendatang, menurut survei triwulanan terbaru dari para peramal profesional yang dirilis oleh Otoritas Moneter Singapura (MAS) pada hari Kamis (26 Februari). Mereka memperkirakan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) setahun penuh 2026 akan mencapai 3,6 persen, naik dari proyeksi 2,3 persen dalam survei bulan Desember. Angka ini mendekati batas atas kisaran perkiraan resmi sebesar 2 hingga 4 persen, yang ditingkatkan oleh Kementerian Perdagangan dan Industri pada 10 Februari. Hal ini berdasarkan pandangan dari 22 ekonom yang menanggapi survei MAS terhadap para peramal profesional yang dikirimkan pada tanggal 10 Februari. Untuk tahun 2027, pertumbuhan PDB diproyeksikan sebesar 2,5 persen. Prospek yang membaik untuk tahun 2026 didukung oleh prospek setahun penuh yang lebih baik untuk sektor manufaktur Singapura serta sektor perdagangan grosir dan ritel. Pertumbuhan sektor manufaktur diperkirakan mencapai 4,3 persen, naik dari 3,6 persen pada survei sebelumnya, sementara pertumbuhan ekspor setahun penuh diproyeksikan sebesar 4,5 persen, lebih dari dua kali lipat perkiraan sebelumnya sebesar 2 persen. Di antara sektor-sektor lainnya, perdagangan grosir dan ritel diperkirakan akan tumbuh 4 persen, naik dari 2 persen sebelumnya. Sektor konstruksi diproyeksikan tumbuh 5 persen, tidak berubah dari survei sebelumnya, sementara sektor keuangan dan asuransi diperkirakan tumbuh 3,6 persen, juga tidak berubah. Sektor akomodasi dan layanan makanan adalah satu-satunya sektor yang mengalami penurunan, dengan perkiraan pertumbuhan sebesar 1,3 persen, turun dari 1,6 persen. Pada kuartal pertama, responden memperkirakan pertumbuhan sebesar 5,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini terjadi setelah pertumbuhan kuartal keempat tahun 2025 melampaui ekspektasi responden dalam survei bulan Desember. Mereka memperkirakan PDB akan tumbuh 3,6 persen pada kuartal keempat, tetapi angka akhirnya mencapai 6,9 persen. (end/bussinesstimes.com)
| Tanggal | Category | Headline | Details |
|---|---|---|---|
| 2026-02-26 11:52:08 | BIS | EKONOM NAIKKAN PERKIRAAN PERTUMBUHAN EKONOMI SINGAPURA | 05642600 IQPlus, (26/2) - Para ekonom sektor swasta menjadi lebih optimis tentang prospek pertumbuhan Singapura tahun 2026, dengan mayoritas tipis m... Readmore |
| 2026-02-26 10:11:36 | BIS | EKONOM: PERPANJANGAN SAL DI HIMBARA DORONG TREN PENURUNAN BUNGA KREDIT | 05636617 IQPlus, (26/2) - Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro memandang, perpanjangan masa penempatan dana SAL Rp200 triliun di Himbara hingg... Readmore |
| 2026-02-26 10:18:12 | BIS | KAI : 103 RIBU KURSI KERETA MUDIK LEBARAN 2026 MASIH TERSEDIA | 05637029 IQPlus, (26/2) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat sebanyak 103 ribu kursi untuk periode mudik atau pra-... Readmore |
| 2026-02-26 10:26:45 | BIS | PERKUAT INFRASTRUKTUR DIGITAL NASIONAL, INET AKUISISI TRANS HYBRID COMMUNICATION (THC) | 05637195 IQPlus, (26/2) - PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) terus memperkuat ekosistem infrastruktur digitalnya melalui langkah strategis aku... Readmore |
| 2026-02-26 10:31:42 | BIS | JANU PUTRA (AYAM) JADI SALAH SATU PENGIMPOR GP UNTUK WUJUDKAN KESEPAKATAN DAGANG AS-RI | 05637749 IQPlus, (26/2) - Industri perunggasan nasional tengah memasuki fase pertumbuhan yang semakin solid dan prospektif. Program Makan Bergizi Gr... Readmore |