Pada perdagangan Senin 09 Februari 2026, IHSG ditutup pada level 8.031,87 menguat +1,22%. Transaksi IHSG sebesar Rp17,87 T serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp599 Miliar di Pasar Reguler. Pasar saham bergerak melemah di tiga puluh menit pertama perdagangan tetapi ditutup menguat hingga +1,22%. IHSG menguat ditopang oleh penguatan dari emiten konglomerasi Grup Barito, sektor energi, serta sektor tambang komoditas yang melesat tinggi. Kembalinya harga acuan emas dunia mencapai lebih dari $5000/oz karena rilisnya laporan mengenai tidak adanya ditemukan tambang emas baru dalam dua tahun terakhir menjadi sentimen kuat komoditas mineral ini akan semakin langka di masa mendatang. Diperkirakan IHSG akan bergerak volatil dan menguat tipis untuk jangka pendek. Pada perdagangan Selasa 10 Februari 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 7.980 – 8.180. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti JPFA, MBMA, dan BRPT.