Daily Research 12 Januari 2026

Pada perdagangan Jumat 9 Januari 2026, IHSG ditutup pada level 8.936,75 menguat +0,13%. Transaksi IHSG sebesar Rp27,45 T serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp59 Miliar di Pasar Reguler. Pasar saham dibuka menguat hingga pembukaan sesi 2 tetapi menurun sampai saat penutupan. IHSG menguat ditopang oleh penguatan dari sektor properti, konstruksi, serta pertambangan mineral. Sentimen mengenai perpanjangan Pajak Pertambahan Nilai saat membeli properti yang akan ditanggung oleh pemerintah memberikan angin segar masyarakat akan kembali membeli properti untuk hunian atau investasi. Prospek industri konstruksi untuk membantu target pemerintah dalam mega proyek infrastruktur memberikan dampak positif terhadap emiten konstruksi, khususnya emiten BUMN. Harga mineral yang terus meningkat memberikan optimisme pelaku pasar akan peningkatan laba emiten tambang mineral, khususnya yang berkaitan dengan nikel, emas, hingga perak. Di minggu ini, diperkirakan pergerakan IHSG akan lebih tertahan karena terdapat pola reversal di area resisten. Emiten konglomerasi dengan sentimen yang minim bisa tertekan aksi penjualan. Pada perdagangan Senin 12 Januari 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 8.750 – 9.000. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti SMRA, ACES, dan VOKS.


Lastest Post