Pada perdagangan Rabu 7 Januari 2026, IHSG ditutup pada level 8.944,81 menguat +0,13%. Transaksi IHSG sebesar Rp36,89 T serta investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp229 Miliar di Pasar Reguler. Pasar saham bergerak volatil tetapi ditutup menguat membentuk candle doji di area resisten. Naiknya IHSG disebabkan oleh penguatan kembali dari sektor komoditas mineral, khususnya Nikel, Tembaga, Emas, dan Perak. Penguatan dari sektor energi terbarukan khususnya emiten waste to energy seperti TOBA, OASA, BIPI, hingga MHKI mengalami peningkatan signifikan setelah pelaku pasar merespon kebijakan Danantara yang akan mempercepat proyek PLT seluruh desa berbasis Energi Terbarukan. Pada perdagangan Kamis 8 Januari 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 8.800 – 9.000. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti MPMX, ASLC, dan BISI.