Pada perdagangan Rabu 11 Februari 2026, IHSG ditutup pada level 8.290,97 menguat +1,96%. Transaksi IHSG sebesar Rp29,8 T serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp366 Miliar di Pasar Reguler. Pasar saham bergerak menguat hingga breakout dari pola symmetrical triangle serta memvalidasi rebound MA 200. Secara analisa teknikal, hal ini memberika sinyal IHSG kembali uptrend untuk jangka pendek. Penguatan IHSG ditopang oleh kenaikan masif dari emiten konglomerasi seperti emiten Barito, Grup Raharja, hingga emiten terafiliasi dengan Hapsoro. Hal ini ditengarai akibat optimisme pelaku pasar setelah Presiden Prabowo Subianto yang melakukan dialog bersama beberapa pengusaha membahas mengenai tantangan dan prospek ekonomi Indonesia serta menekankan kolaborasi antara pemerintah dengan dunia usaha. Komitmen dari regulator untuk memperbaiki transparansi di Bursa menambah optimisme investor untuk kembali berinvestasi di Pasar Saham Indonesia yang terlihat dari nilai transaksi jumbo mencapai Rp29,8 Triliun. Pada perdagangan Kamis 12 Februari 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 8.060 – 8.400. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti EMTK, EXCL, dan ADHI.