Pada perdagangan Jumat 13 Februari 2026, IHSG ditutup pada level 8.212,27 melemah -0,64%. Transaksi IHSG sebesar Rp24,41 T serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp2,2 Triliun di Pasar Reguler. Pasar saham dibuka melemah tajam hingga mencapai level 8.170 sebelum tutup di level 8.212. Penurunan IHSG ditengarai akibat dari aksi taking profit pelaku pasar sebelum libur panjang Hari Raya Imlek 2026 yang secara historis memberikan dampak tidak terduga karena berita buruk yang hadir saat libur panjang. Emiten konglomerasi Bakrie-Salim seperti BUMI dan DEWA serta emiten konglomerasi Hapsoro seperti BUVA dan RAJA menjadi penopang dari penguatan IHSG. Aksi jual masif dari investor asing di emiten BBCA hingga Rp1,3 Triliun berdampak terhadap koreksi -1,71% menjadi pemberat utama IHSG. Dalam sepekan kedepan, diperkirakan IHSG masih bergerak relatif volatil ditengah aksi perbaikan regulator untuk meningkatkan kepercayaan Asing, tensi geopolitik US-Russia, hingga resiko inflasi Indonesia yang meningkat tajam saat Hari Raya Ramadhan. Pada perdagangan Rabu 18 Februari 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 8.120 – 8.330. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti ASSA, IMPC, dan CARS.