Daily Research 27 Januari 2026

Pada perdagangan Senin 26 Januari 2026, IHSG ditutup pada level 8.975,33 menguat +0,27%. Transaksi IHSG sebesar Rp36,98 T serta investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp1,01 Triliun di Pasar Reguler. Pasar saham menguat ditopang oleh kenaikan masif dari emiten pertambangan mineral, khususnya emiten emas, tembaga, dan perak. AMMN dengan market cap besar mencatatkan kenaikan +9,03%, ANTM +10,96%, hingga EMAS emiten tambang emas terbesar se-Asia Pasifik menguat hingga +18,22% hanya dalam 1 hari. Emiten konglomerasi menjadi pemberat IHSG dari BUMI, PTRO, BUVA, hingga MINA yang mencapai ARB. Pelaku pasar menghindari serta menjual masif saham-saham konglomerasi disebabkan kekhawatiran akan dikeluarkan dari indeks MSCI di Q2 setelah pengumuman free float di akhir bulan Januari 2026 dan shifting ke emiten yang tersengat sentimen commodity supercycle. Pada perdagangan Selasa 27 Januari 2026, IHSG diprediksi bergerak pada rentang 8.700 – 9.000. Saham – saham yang dapat diperhatikan seperti CDIA, SMSM, dan APEX.


Lastest Post